Setelah baru saja menyaksikan wawancara Al-Araby TV (26/9/2026) dengan pemimpin biro politik Hamas, Dr. Khalil al-Hayya—wawancara pertama yang ia berikan sejak terpilih memimpin gerakan tersebut—terdapat tiga poin penting dan baru yang patut disoroti:
1. Penekanan bahwa Hamas tidak hanya mengedepankan pendekatan berbasis persatuan, tetapi juga sedang bekerja sama dengan pihak-pihak lain untuk merumuskan ulang dan menjadi bagian dari PLO yang baru serta lebih representatif secara demokratis (tidak hanya dikuasai faksi Fatah). Organisasi Pembebasan Palestina (Palestine Liberation Organization atau PLO) adalah sebuah payung organisasi politik yang secara resmi diakui oleh dunia internasional sebagai perwakilan sah rakyat Palestina.
2. Terkait isu Yaman, Dr. al-Hayya menyebutkan bahwa Hamas baru-baru ini telah “diundang” untuk menengahi pihak “pemenang” dan pihak-pihak lainnya. Upaya mediasi ini telah berlangsung “di balik layar” dan membuahkan “keberhasilan.”
3. Dr. Khalil al-Hayya menyerukan dunia Islam untuk bersatu menghadapi Israel, bukan malah berperang sesama mereka.
SIMAK SELENGKAPNYA VIDEO: https://www.youtube.com/watch?v=wGiOP349mMg








..Islam bersatulah..