Setelah tiga hari yang melelahkan mendengarkan pidato demi pidato di Majelis Umum PBB dan puncaknya pidato penjahat Netanyahu yang diberi panggung, ada sosok wanita yang membalas telak ocehan Setanyahu.
Sosok wanita itu adalah Þorgerður Katrín Gunnarsdóttir, Menteri Luar Negeri Islandia.
“Kita telah mendengar ungkapan ‘pengecut secara moral’ dilontarkan dari podium ini.”
Oh, ya, tentu saja. Netanyahu memang menggunakan kata-kata itu untuk menyebut para diplomat yang melakukan aksi walk-out (keluar ruangan) saat ia berpidato.
Sang Menteri membalikkan kata-kata itu tepat kepadanya.
“Bagi saya, pengecut secara moral adalah mereka yang menolak untuk duduk berunding. Para pemimpin dunia yang menolak duduk bersama dan menegosiasikan perdamaian yang adil dan abadi. Para pemimpin yang menghalangi akses bantuan kemanusiaan bagi mereka yang sangat membutuhkannya. Dan pengecut secara moral adalah para pemimpin dunia yang berulang kali melanggar serta tidak menghormati hukum internasional.”
Ia tidak pernah menyebut nama Netanyahu.
Ia memang tidak perlu melakukannya.
Pastilah, bahkan di balik kulit wajahnya yang begitu tebal, ia bisa merasakan tamparan kata-kata itu.
Namun, ada satu kalimat lain yang terus membekas di benak saya:
“𝗣𝗲𝗻𝗱𝗲𝗿𝗶𝘁𝗮𝗮𝗻 𝘄𝗮𝗿𝗴𝗮 𝘀𝗶𝗽𝗶𝗹 𝗣𝗮𝗹𝗲𝘀𝘁𝗶𝗻𝗮 𝘁𝗶𝗱𝗮𝗸 𝗯𝗼𝗹𝗲𝗵 𝗵𝗮𝗻𝘆𝗮 𝗺𝗲𝗻𝗷𝗮𝗱𝗶 𝘀𝘂𝗮𝗿𝗮 𝗹𝗮𝘁𝗮𝗿 𝘀𝗮𝗷𝗮.”
Anak-anak masih terus tewas. Keluarga-keluarga masih terus kehilangan tempat tinggal mereka. Para orang tua masih terus berjuang mempertahankan nyawa anak-anak mereka, “berkali-kali, lagi dan lagi.”
Lalu, ini yang ia sampaikan:
“Kita tidak bisa mendirikan pengadilan, memuji mereka saat mengadili musuh-musuh kita, namun justru melemahkan mereka saat mereka mengalihkan perhatian kepada kawan-kawan kita.”
Sepuluh menit.
Tanpa aksi teatrikal. Tanpa teriakan. Tanpa perlu menyebut nama pria yang sedang ia tanggapi.
Wanita Viking itu telah membungkam penjahat genosida!








ini baru wanita besi👍
setanyahoo krna tampar, setan saudi dan anjingnya para wahaboy kena tunjang masuk kolam comberan, semuanya tukang tipu tukang fitnah