Ust Das’ ad Latif Kritik MBG Banyak Masalah Karena Ini

Penceramah kondang, Ust Das’ ad Latif, menyampaikan kritiknya terhadap pelaksanaan program MBG (Makan Bergizi Gratis) yang belakangan menuai sorotan. Dalam salah satu ceramahnya, ia menegaskan bahwa selama program MBG dijadikan ladang proyek, maka berbagai persoalan akan terus bermunculan.

Menurutnya, persoalan bukan terletak pada niat baik menghadirkan program makan bergizi gratis bagi masyarakat, melainkan pada tata kelola dan pihak-pihak yang mengerjakannya. Ia menyoroti fenomena di mana kontraktor yang sebelumnya terbiasa menangani proyek jalan dan jembatan, tiba-tiba terlibat dalam pengelolaan penyediaan makanan. β€œKalau sesuatu tidak diurus oleh ahlinya, maka tunggulah kehancurannya,” kurang lebih demikian peringatan yang ia sampaikan.

Ust Das’ ad Latif menegaskan bahwa dirinya bukanlah pihak yang kontra terhadap program MBG. Ia justru mendukung penuh tujuan mulia program tersebut, yakni membantu masyarakat, khususnya anak-anak dan kelompok rentan, agar mendapatkan asupan gizi yang layak. Namun, ia merasa gelisah ketika melihat pengelolaan program terkesan terburu-buru dan lebih bernuansa proyek daripada pelayanan.

Menurutnya, pengadaan makanan bukan sekadar urusan distribusi anggaran, tetapi menyangkut kualitas bahan, standar kebersihan, pengolahan yang tepat, hingga pengawasan ketat. Semua itu membutuhkan tenaga profesional di bidang gizi, kesehatan, dan manajemen katering, bukan sekadar pelaksana proyek infrastruktur.

Ia mengingatkan bahwa program makan gratis dari pemerintah seharusnya menjadi jalan amal dan bentuk tanggung jawab sosial, bukan sekadar proyek untuk mengejar target serapan anggaran. Jika orientasinya hanya pada keuntungan dan kejar tayang, maka yang menjadi korban adalah masyarakat penerima manfaat.

Di akhir ceramahnya, ia berharap pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh dan melibatkan para ahli di bidangnya agar program MBG benar-benar membawa keberkahan dan manfaat jangka panjang, bukan justru menimbulkan masalah baru.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *