UANG ATAU POSISI TIDAK MENGUBAH, TAPI MEMBUKA WATAK

Uang tidak mengubah seseorang. Posisi juga tidak. Keduanya hanya membuka watak yang selama ini tersembunyi.

Ada orang yang sejak belum punya apa-apa sudah licik, menyakitkan, dan merasa paling benar. Saat ia kaya, berkuasa, atau berdiri di panggung terhormat, sifat itu tidak tiba-tiba tumbuh, ia hanya makin berani menunjukanya.

Sebaliknya, ada orang yang sejak tak dikenal, tak berharta, dan tak punya posisi sudah santun, rendah hati, dan tahu adab. Ketika hidupnya naik, namanya dikenal, hartanya bertambah, ia tetap sama. Tenang, tidak pamer, tidak merendahkan.

Orang sombong tidak menunggu kaya untuk menjadi sombong. Dan orang rendah hati tidak tiba-tiba kehilangan akhlaknya hanya karena punya segalanya.

Uang, jabatan, pasangan terpandang, atau status sosial tidak menciptakan sifat baru. Mereka hanya menyediakan panggung agar watak lama terlihat jelas.

Dulu terlihat diam, bukan selalu karena rendah hati, bisa jadi karena belum punya ruang untuk bicara.

Begitu punya kuasa, yang keluar bukan perubahan, melainkan keberanian untuk menjadi diri sendiri, apa adanya.

Itulah sebabnya, jangan tergesa menyimpulkan siapa yang mempengaruhi, atau apa yang membuatnya “tiba-tiba berubah”.

Tidak ada yang tiba-tiba.

Ia hanya kini punya daya untuk menunjukkan siapa dirinya selama ini karena watak tidak lahir mendadak.

Ia hanya menunggu waktu untuk tidak lagi disembunyikan.

(Wilda Wahab)

Komentar