Tentang gonjang ganjing kereta cepat, ini penuturan langsung dari Pak Jonan

DARI postingan Damar Wicaksono di facebook yang dibagikan hari ini yang mendapat info langsung soal kereta cepat saat bertemu Pak Ignatius Jonan (Menhub) pada 2016.

Well..
Tentang gonjang ganjing kereta cepat.
Saya mendapat info langsung dari “pelaku sejarahnya”

Foto sebelah kiri
Di Rumah Dinas Menhub..
Bulan Februari 2016..

Saya dan belasan warganet, diundang ngobrol2 oleh Pak Jonan melalui mbak Anne Purba (sekarang pejabat di KAI)..
Termasuk Pak Agus Pambagio, yg opini2nya (terkait Kereta Cepat) sedang hangat belakangan ini.

Pak Jonan (Menhub) bercerita kepada kami, tentang visinya memperbaiki level keamanan dan keselamatan moda transportasi darat (bus AKAP, Truk, dll), udara dan laut.
Agar selevel dengan KAI, yang sudah dibenahinya pada 2009-2014.

Juga keinginannya membangun jalur kereta di Kalimantan-Sulawesi-Bali. Dan banyak rute kereta di Sumatera, agar mendekati/selevel Pulau Jawa. Juga mengakselerasi kereta-kereta logistik di Pulau Jawa..

Bagi Pak IJ, membangun pemerataan jalur kereta di pulau-pulau besar Nusantara dan kereta-kereta logistik di Pulau Jawa-Sumatera, lebih prioritas dibandingkan kereta cepat di Pulau Jawa.

Juga memperbanyak kapal-kapal untuk logistik, termasuk program Tol Laut. Sehingga bisa menurunkan harga daging dan sembako lainnya..

Kebijakannya yang progresif adalah mengambil alih pengelolaan Jembatan Timbang, birokratnya menjadi ASN pusat dan memperbaiki remunerasinya..
Salah satunya setelah viralnya video Gubernur Jateng Ganjar sidak Jembatan Timbang, yg aparatnya minta suap..
(Saat ini, isu2 pungli di Jembatan Timbang sudah sangat menurun)

Pak Mandor (panggilan akrab Pak Jonan) juga menolak proyek kereta cepat Jakarta-Bandung. Karena jaraknya terlalu pendek dan potensi membebani anggaran negara. Juga karena menolak permintaan konsesi yang sangat panjang.

Sayangnya, 2 bulan kemudian, Pak Jonan dicopot (salah satunya karena beliau tidak hadir saat groundbreaking kereta cepat).

******

Komentar