Tagline “Polisi Bersama Masyarakat” itu berat dan cukup berani

Tagline Kapolri Suyudi Ario Seto, “Polisi Bersama Masyarakat” itu berat dan cukup berani. Berat, karena seperti melawan persepsi masyarakat selama ini. Masih ingat lagu, Bayar, Bayar, Bayar, dari Sukatani, yang viral Februari 2025? Lagu itu sendiri dibuat tahun 2023, baru viral tahun 2025.

Lagu “Bayar Bayar Bayar” itu seperti mewakili persepsi masyarakat saat berurusan dengan polisi. Bahkan, urusan kehilangan pun harus siap-siap kehilangan yang lebih besar. Hilang kambing diurus dengan polisi, maka siap-siap untuk kehilangan sapi, dan seterusnya. Begitulah.

Polisi dalam anggapan masyarakat selama ini bukan bersama masyarakat, melainkan bersama uang, atau bersama penguasa. Menjadi pelayan uang atau penguasa. Bukan menjadi pelayanan masyarakat.

Makanya, tagline “Polisi Bersama Masyarakat” itu berat dan seolah-olah mustahil. Karena itu, tagline Kapolri Suyudi Ario Seto itu cukup berani, karena seperti ingin melawan arus persepsi masyarakat. Bandingkan dengan tagline Kapolri sebelumnya, Listyo Sigit Prabowo, yakni Presisi. Siapa yang peduli? Tahu artinya saja masyarakat mungkin tidak.

Presisi itu singkatan dari “prediktif, responsibilitas, dan transparansi berkeadilan”. Berapa ribetnya? Dan presisi itu sendiri berarti ketepatan atau ketelitian yang tinggi. Jadi, sulit untuk mengeceknya apakah antara tagline dan realitas bertolak belakang atau tidak? Dan sudah berlangsung hampir 6 tahun pula.

Langkah Kapolri Suyudi Ario Seto melakukan mutasi besar-besaran di tubuh Polri sudah tepat, kalau memang disesuaikan dengan tagline “Polisi Bersama Masyarakat” itu. Sebab, orang-orang lama kemungkinan akan sulit menyesuaikan diri dengan tagline baru itu. Tapi, kalau nanti akan sama saja, maka akan muncul kritikan sesuai dengan tagline baru itu sendiri.

Hanya saja, sebagai barometer Polisi ke depan, sangat layak didukung. Itu memang keinginan masyarakat selama ini. Kapolri Suyudi Ario Seto setidaknya sudah menangkap suasana kebatinan dari masyarakat terhadap Polisi. Kalau itu tercapai, maka sebagian persoalan di negara-bangsa ini bisa jadi sudah terselesaikan. Semoga saja.

(ERIZAL)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

10 komentar

  1. Pak suyudi, jika tag line “polisi bersama masyarakat” bisa membumi dan terlaksana tidak omon-omon bae kaya ta’i seperti presisi atau yg lainnya, pecatan dulu tuh hampir 85% anggota bapak sekarang, ganti dengan yang sedikit lebih baik saja deh!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

  2. kite liat ya …apakah kyk listyo kemaren pake sistem demokrasi setengah2
    demo pro rezim dikawal
    giliran yg anti di hadang 😂😂😂😂

  3. tapi sy suka penggunaan kata masyarakat, daripada rakyat. rakyat terdengar nya seperti kumpulan manusia yg hrs tunduk & patuh pada raja, mau salah/bener.