Saya seorang pengacara hukum internasional. Saya telah membaca setiap dokumen yang diajukan ke ICJ, setiap laporan PBB, setiap resolusi, dan setiap analisis hukum. Saya tahu persis apa yang telah dilakukan terhadap Gaza. Saya tidak sedang “memihak” salah satu kubu. Saya memihak pada hukum. Dan saya tidak akan berlindung di balik alasan bahwa “situasinya rumit.” Faktanya, tidak ada yang rumit di sini. 82% bangunan di Gaza hancur. 200.000 bangunan rata dengan tanah. Lebih dari 74.000 orang tewas. Lebih dari 15.000 di antaranya adalah anak-anak. Semua universitas lenyap. Sebagian besar sekolah hancur. 84% infrastruktur air musnah. Hampir semua rumah sakit utama hancur lebur. Seluruh kawasan permukiman dihapuskan dari peta—Anda bahkan tidak bisa membedakan satu bagian Jalur Gaza dengan bagian lainnya.
Dan siapa pelakunya? Israel. Didanai, dipersenjatai, dan dilindungi oleh Amerika Serikat. Amunisi bernilai miliaran dikirimkan. Veto demi veto dikeluarkan di Dewan Keamanan. Sanksi digagalkan. Dalih “proporsionalitas” digunakan sementara kota-kota dihancurkan total.
Lalu sekarang? Kini tiba saatnya untuk “bersih-bersih.” Bukan keadilan. Bukan pertanggungjawaban. Tidak ada satu pun penangkapan. Tidak. Kini muncul gagasan “Gaza Riviera.” Gambar rancangan hasil AI. Hotel-hotel. Resor. Pariwisata. Pembangunan real estat. Sumber daya gas lepas pantai diserahkan kepada perusahaan asing. Mereka hendak menutupi jejak genosida dengan uang pembangunan. Mereka akan membangun beach club di lokasi di mana jenazah masih terkubur di bawah reruntuhan, lalu menjualnya kepada Anda sebagai “rekonstruksi.”
Dan Anda—ya, ANDA—orang-orang yang menyebut diri mereka “orang baik.” Orang-orang yang mengunggah konten tentang Ukraina. Orang-orang yang mengunggah konten tentang Tiongkok. Orang-orang yang lantang menyuarakan hak-hak hewan dan “hak asasi manusia” dalam konteks lain. Tapi soal Gaza? “Situasinya rumit.” “Saya tidak ingin dikucilkan.” “Kedua belah pihak sama saja.” “Saya terlalu lelah.” “Saya tidak ingin dituduh antisemit karena menyuarakan kebenaran.”
Sikap Anda bukanlah bentuk pemikiran yang bernuansa. Anda justru terlibat dalam kejahatan ini. Diamnya Anda bukanlah kenetralan. Diamnya Anda justru memuluskan tindakan tersebut. Diamnya Anda adalah faktor yang memungkinkan semua ini terjadi. Setiap hari Anda terus menggulir layar tanpa peduli, setiap hari Anda diam saja, setiap hari Anda memilih kenyamanan alih-alih hati nurani — Anda sedang memihak. Anda memihak mereka yang mengebom rumah sakit. Ucapkan kata itu. GENOSIDA.
Ucapkan dengan lantang. Atau jangan katakan apa pun sama sekali. Namun, berhentilah berpura-pura bahwa sikap diam Anda adalah tindakan yang bermoral. Sama sekali tidak.
Suatu hari nanti, anak-anak saya akan bertanya: Apa yang dilakukan Israel dan Amerika Serikat terhadap Palestina? Apa yang Anda lakukan? Saya menolak menjawab dengan “Saya tidak tahu.” Saya menolak menjawab dengan “Saya takut.” Saya menolak menjawab dengan “Situasinya rumit.” Saya melihatnya. Saya tahu. Saya seorang pengacara internasional. Saya tahu. Saya mengatakannya sekarang. Selagi saya masih bisa. Selagi anak-anak saya masih cukup muda untuk memahami apa yang saya katakan.
Jika Anda membaca ini dan merasakan sesuatu — jika dada Anda terasa sesak, jika perut Anda terasa mulas, jika Anda berpikir “Seharusnya saya angkat bicara” — BAGIKAN INI. Tandai seseorang. Ambil tangkapan layar. Unggah. Teruskan pesan ini. Pasang di story Anda. Ucapkan kata itu. Sikap diam adalah satu-satunya hal yang melindungi mereka. Akhiri sikap diam itu.








iayah mangkanya bos Iran d bos houthi segera untuk menuklir Israel karena kasian Gaza d palestina.. tinggal tekan tombol kan selesai masalah apakah bos Iran d bos houthi hrs nunggu perintah si sipit Xie Jinping dan si botak Putin hrs disuru2 kaya anjing dulu ??
Kan gak punya nuklir
stress dia bang! 🤭
Saudi,,,
apa??? kurang ajar mereka!
Gaza ga akan kami tinggalkan sendirian! segera kirimkan 100 jet tempur untuk membalas kejahatan mereka!
hui, bangun, bangun!
ehh, mimpi ternyata! 🤭
Mana Berani Saud nyerang IRAWEL…Pasti dijewe sama MAMAH RIKA…., saud KAN tunduk dibawah KEtiang MamahRika..