Suriah-Saudi Teken Paket Investasi Miliaran Dolar Untuk Pemulihan Suriah

Pemerintah Suriah dan Arab Saudi resmi menandatangani paket investasi besar yang mencakup sektor energi, telekomunikasi, penerbangan, dan real estat. Kesepakatan ini diumumkan di Damaskus pada Sabtu lalu (7/2/2026) untuk mempercepat pemulihan ekonomi Suriah.

Perjanjian tersebut mencakup investasi bernilai miliaran dolar, termasuk pembangunan proyek telekomunikasi skala besar, pendirian maskapai penerbangan bertarif rendah bersama, serta pembangunan bandara internasional di wilayah Suriah utara.

Menteri Investasi Arab Saudi, Khalid al-Falih, menyatakan bahwa kehadiran delegasi Saudi di Damaskus mencerminkan visi bersama kedua negara untuk membangun masa depan baru. Ia menegaskan bahwa Arab Saudi akan meluncurkan dana investasi khusus di Suriah senilai 7,5 miliar riyal Saudi (sekitar US$2 miliar) yang difokuskan pada proyek-proyek besar, terutama pengembangan dua bandara di kota Aleppo secara bertahap.

Dana tersebut juga ditujukan untuk mendorong keterlibatan investor swasta Saudi dalam proyek-proyek strategis di Suriah.

Di sektor telekomunikasi, Menteri Komunikasi dan Teknologi Informasi Suriah, Abdulsalam Haykal, menyebutkan bahwa proyek pengembangan jaringan komunikasi senilai hampir US$1 miliar akan dilaksanakan dalam dua tahap, masing-masing berdurasi antara 18 bulan hingga dua tahun.

Sementara di bidang penerbangan, maskapai berbiaya rendah Arab Saudi flynas menandatangani perjanjian dengan Otoritas Penerbangan Sipil Suriah untuk mendirikan maskapai patungan bernama “flynas Syria.” Perusahaan ini akan dimiliki 51 persen oleh pihak Suriah dan 49 persen oleh flynas, dengan target mulai beroperasi pada akhir 2026.

Presiden Suriah, Ahmad al-Sharaa, turut menghadiri upacara penandatanganan perjanjian tersebut. Pemerintah baru di Damaskus kini berupaya membangun kembali ekonomi nasional setelah konflik selama 14 tahun yang menewaskan hampir setengah juta orang dan menyebabkan kehancuran infrastruktur secara luas.

Komentar