Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, terekam mengancam akan mengeksekusi mati Hassan Salama (حسن سلامة), salah satu tokoh kunci sayap militer Hamas (Batalyon Izzeddin Al-Qassam) yang saat ini berada di dalam tahanan Israel.
Ancaman langsung tersebut disampaikan oleh Ben-Gvir saat mendatangi sel tempat Salama ditahan, dan potongan videonya diunggah sendiri melalui akun media sosial X miliknya pada Minggu, 27 September 2026.
Dalam rekaman video yang beredar, si pengecut Ben-Gvir tampak dikawal/dilindungi pasukan khusus Israel berhadapan dengan Salama yang berdiri dengan gagah dan menatap tajam.
Ben-Gvir sambil terkencing-kencing di celananya berkata, “Aku ingin membunuhmu… Aku ingin kamu dihukum mati.”
Ia juga sesumbar telah menerapkan aturan ketat untuk membuat hidup Salama di penjara seperti neraka.
Dasar Hukum Eksekusi: Konfrontasi dan ancaman hukuman mati ini berkaitan dengan langkah parlemen Israel (Knesset) yang telah mengesahkan undang-undang hukuman mati untuk kasus terorisme tertentu pada 30 Maret 2026. Pihak otoritas Israel bahkan dilaporkan sudah mulai membangun ruang eksekusi khusus di dalam blok tahanan Palestina.
Profil Hassan Salama
Hassan Salama adalah seorang komandan senior sayap militer Hamas, Brigade Izz ad-Din al-Qassam, yang saat ini menjadi salah satu tahanan Palestina berprofil tinggi di penjara Israel. Ia lahir di kamp pengungsian Khan Younis, Gaza, pada tahun 1971. Salama dijatuhi hukuman 48 masa hukuman seumur hidup oleh pengadilan Israel setelah dinyatakan mendalangi serangkaian serangan bom pada tahun 1996. Serangan tersebut ia klaim sebagai balasan atas pembunuhan pembuat bom utama Hamas, Yahya Ayyash. Ia ditangkap di Hebron pada tahun yang sama. Nama Hassan Salama sering kali masuk dalam daftar utama tahanan berprofil tinggi yang dituntut pembebasannya oleh Hamas dalam berbagai negosiasi pertukaran sandera dengan Israel. Dia sudah mendekam di penjara Israel selama 30 tahun sejak 1996.
Reaksi Hamas dan Lembaga HAM: Hamas mengecam aksi Ben-Gvir dan menyebutnya sebagai “atraksi murah” demi panggung politik pemilu lokal. Sementara itu, Kantor Informasi Tawanan Palestina menyoroti kondisi fisik Salama yang memprihatinkan akibat dugaan penyiksaan serta kelaparan, sekaligus mendesak komunitas internasional untuk memberikan perlindungan bagi para tahanan.
Adegan asli
Si pengecut Itamar Ben-Gvir sengaja memotong klip dan hanya menampilkan kata-katanya saja dan kita tidak mendengar sepatah kata pun dari sang pahlawan Hassan Salama.
Adegan sebagaimana yang kita lihat, kecerdasan buatan (AI) membantu kita menggambarkannya sesuai kenyataannya:








ya Allahu robbi yg kek gitu jd pejabat di is rewel????
israhell biadab junjungan wahabi tolol