
“The attack on Iran may go down in history as the greatest geopolitical mistake in U.S. history”
“Serangan terhadap Iran mungkin akan tercatat dalam sejarah sebagai kesalahan geopolitik terbesar dalam sejarah Amerika Serikat,” ujar Prof. Dr. Glenn Eric Andre Diesen, seorang ilmuwan politik, komentator politik, dan akademisi asal Norwegia. Saat ini, ia menjabat sebagai profesor di Departemen Bisnis, Sejarah, dan Ilmu Sosial di University of South-Eastern Norway (USN).
Glenn Diesen mengutip artikel berjudul “The Iran war just broke the petrodollar” (Perang Iran baru saja menghancurkan petrodolar), yang diterbitkan Japan Times.
Perang Iran secara fundamental telah merusak sistem petrodolar yang selama 50 tahun terakhir menjadi fondasi dominasi finansial Amerika Serikat. Konflik militer yang pecah pada awal tahun 2026 ini memutus siklus politik-ekonomi tradisional di mana negara-negara Teluk menjual minyak dalam mata uang dolar AS dengan imbalan jaminan keamanan, lalu menginvestasikan kembali keuntungan mereka ke obligasi negara (U.S. Treasuries).
Keruntuhan sistem petrodolar ini dipicu oleh beberapa faktor utama akibat perang:
- Terhentinya Siklus Modal Minyak: Penutupan Selat Hormuz memutus jalur pasokan minyak global hingga 20%. Akibatnya, ekspor minyak negara-negara Teluk anjlok drastis, menghentikan aliran dana segar yang biasanya masuk ke aset-aset keuangan AS.
- Runtuhnya Payung Keamanan AS: Serangan rudal dan drone Iran yang berhasil menembus infrastruktur energi di UEA, Arab Saudi, dan Qatar membuktikan bahwa komitmen “minyak demi keamanan” dari AS tidak lagi mampu melindungi wilayah tersebut secara penuh.
- Beralih ke Petroyuan: Sebagai langkah finansial yang agresif, Iran mulai mewajibkan kapal tanker minyak yang melewati Selat Hormuz untuk melakukan penyelesaian transaksi menggunakan Yuan China (RMB), bukan lagi dolar AS. Langkah ini mempercepat adopsi sistem pembayaran alternatif seperti CIPS milik China.
- Diversifikasi dan Krisis Teluk: Negara-negara Teluk yang mata uangnya dipatok (pegged) ke dolar AS mengalami tekanan cadangan devisa yang hebat. Hal ini memaksa negara seperti Arab Saudi melakukan pinjaman besar-besaran dan UEA keluar dari jalur konvensional OPEC demi mencari otonomi ekonomi baru.
Meskipun dolar AS tidak akan kehilangan statusnya sebagai mata uang cadangan dunia secara instan dalam semalam, status petrodolar sebagai “safe haven” mutlak kini telah berakhir dan digantikan oleh era fragmentasi geopolitik serta kebangkitan sistem multi-mata uang.








🌿 INSPIRASI ISLAMI HARIAN
Praktis • Edukatif • Inspiratif
📌 Mari bergabung di kanal islami.top/wa dan sebarkan kebaikan. Kanal resmi berbagi wawasan keislaman berlandaskan Al-Qur’an & As-Sunnah.
🎯 Fokus Kajian Kami:
🎥 Video pendek (Faedah harian)
📖 Wawasan keislaman
💡 Tips kesehatan
🤲 Kisah mualaf yang menginspirasi
✨ Quote motivasi islami
📝 Artikel keislaman
📰 Kabar dunia Islam
InsyaAllah, konten disajikan secara rutin dengan mengutamakan manfaat dan sumber yang terpercaya.
📲 Tafadhdholu follow channel kami:
https://islami.top/wa
🌐 Website: islami.top
ASu di Vietnam gagal,
di Afganistan gagal
mereka ngacir meninggalkan byk korban dan kerusakan
sama spt rusia dan iran dipercundangi alshara
dan al shara dipecundangi isriwil, gak berani balas, takut dimasukan daftar teroris lagi sama amerika.
wkwkwkwk
https://news.republika.co.id/berita/tjyr7v393/israel-serang-bandara-suriah