Menurut survei Pew terbaru, 60% orang Amerika kini memandang Israel secara negatif dan hanya 37% yang memandangnya positif.
Hingga 5 tahun lalu, mayoritas publik Amerika masih menganggap dukungan tanpa syarat kepada Israel adalah sesuatu yang wajar, termasuk dukungan finansial dalam jumlah fantastis, juga pembelaan kepada Israel ketika voting dalam Sidang Umum PBB maupun Dewan Keamanan PBB terkait issue Palestina.
Namun situasi ini berubah sangat tajam dalam beberapa waktu terakhir, setelah publik Amerika juga mulai mengakses informasi di media sosial yang tidak difilter tentang kekejaman Israel terhadap Palestina.
Kesaksian dokter Amerika yang bertugas di Gaza, dimana anak kecil yang ditemb*k kepalanya atau dadanya oleh sniper IDF, kesaksian perawat Amerika yang selesai misi di Gaza dan bercerita bagaimana fasilitas rumah sakit dihancurkan total dan akses masuk obat dihalangi oleh Israel.
Hal ini membuka mata publik Amerika, setidaknya sebagian besar.
Tidak hanya kelompok kiri atau tengah yang selama ini cukup kritis terhadap persoalan ini, sekarang tokoh kelompok konservatif, bahkan yang dulunya dekat dengan gerakan America First mulai sangat kritis terhadap Israel.
Misalnya Carlson Tucker, mantan penyiar Foxnews (media konservatif paling berpengaruh di US). Sebelumnya ia pendukung vokal Donald Trump dan ikut mengantarkan Trump ke kursi presiden. Sekarang melalui kanalnya, ia sangat aktif mengkritik Israel dan kebijakan politik Amerika yang tidak bernalar dalam mendukung Israel. Ia menyebutkan aneh sekali, orang boleh bebas mengkritik pemerintah Amerika, tetapi iklim politik Amerika sangat kejam menghukum mereka yang berani mengkritik pemerintah Israel.
Ada lagi Marjorie Taylor Green. Ia adalah politisi Republikan yang dikenal kanan jauh, Islamophobic. Agak unik karena justru Marjorie ini politisi Republikan pertama-tama yang menyatakan bahwa Israel melakukan genosida terhadap Palestina.
Tidak pernah sebelumnya dalam sejarah Amerika sejak Israel berdiri, ada banyak tokoh Amerika yang bersama-sama bersuara lantang mengkritik Israel. Sebelumya, ini adalah hal yang sangat tabu, dan pengkritik Israel akan otomatis dilabeli antisemit, sebuah strategi yang mengingatkan kita kepada rezim Orde Baru, setiap yang berani bersuara terhadap pemerintah akan dilabeli pendukung PKI.
Mark Rufallo misalnya, tokoh pemeran Hulk ini tidak hanya menjadi hero dalam sinema, tapi juga dalam kehidupan nyata dengan bersuara lantang di berbagai forum menentang kebiadaban Israel. Dan ia tidak sendirian, ada ratusan artis Hollywood yang juga menjadi bagian dari Artist4CeaseFire yang menyerukan gencatan senjata di Gaza, sesuatu yang diabaikan oleh Israel.
Tidak terkecuali artis Yahudi. Misalnya Hannah Einbinder, ia sangat aktif di berbagai kesempatan, termasuk ketika menerima Emmy Award, untuk menyerukan Free Palestine.
Selain itu ada Jon Stewart, Joaquin Phoenix, Andrew Garfield, Mandy Patinkin dan artis Yahudi lainnya yang ikut menjadi penandatangan Artist4CeaseFire.
Kelompok masyarakat sipil seperti CODEPINK yang dimotori Medea Benjamin (juga seorang Yahudi), sangat aktif mengkritisi kebijakan politik luar negeri Amerika, langsung di Capitol Hill, bahkan sempat diborgol polisi karena berani menyampaikan langsung protesnya di depan Menteri Luar Negeri Amerika.
Gerakan untuk mengusir politik uang (money politics) melalui gerakan lobi luar negeri seperti AIPAC juga semakin menguat di Amerika. Inisiatif seperti TrackAIPAC AIPAC Tracker mendapatkan sambutan yang besar, ditambah beberapa influencer di media sosial yang membongkar politisi-politisi yang mendapat dana dari korporasi besar dan jaringan lobi luar negeri, dan mereka yang mendapat dana dari AIPAC menjadi sorotan tajam.
Politisi yang menerima dana dari ratusan ribu dollar sampai jutaan bahkan puluhan juta dollar dari AIPAC, yang sebelumnya kans kemenangannya sangat tinggi, sekarang mulai kalah satu per satu.
Haley Stevens di Michigan, Angie Craig di Minnesota, Dan Goldman di New York, Adriano Espaillat, Diana DeGette, Shri Tanedar dan lainnya. Mereka semua mendapatkan dana fantastis dari AIPAC baik langsung maupun lewat perantara, tapi kalah di distriknya masing-masing.
Memang gerakan pembersihan dari AIPAC ini baru berjalan di Partai Demokrat, di Partai Republik, masih belum terasa. Yang ada, Thomas Massie yang terkenal karena membuat regulasi untuk membongkar data-data kasus Epstein, dijegal oleh kandidat dengan dukungan dana sangat besar dari AIPAC sehingga tidak bisa maju lagi di periode berikutnya.
Secara umum, mengutip kata Mbak Apop Harris, awakening, “fase kembali sadar”, sedang terjadi di berbagai belahan negara termasuk Amerika.
Perlawanan dari kelompok lobby pro Israel semakin menguat. Tapi tidak bisa dipungkiri, sentimen pro Israel di negara yang menjadi pelindung kejahatan Israel ini, semakin menurun. Drastis.
Kita berharap adanya perubahan politik luar negeri Amerika yang lebih menghormati hukum internasional, menghormati kerja-kerja komisi di PBB, menghormati insitusi seperti Mahkamah Pidana Internasional, Mahkamah Internasional, dan berhenti menggunakan hak veto serampangan di Dewan Keamanan PBB.
(Muhammad Al-Jawy)
Sumber bacaan:
- https://www.pewresearch.org/short-reads/2026/04/07/negative-views-of-israel-netanyahu-continue-to-rise-among-americans-especially-young-people/
- https://www.ap.org/news-highlights/spotlights/2026/ap-norc-poll-about-3-in-10-us-adults-believe-israel-has-committed-genocide-against-palestinians/
- https://www.haaretz.com/us-news/2026-06-04/ty-article/.premium/pew-majority-of-americans-hold-unfavorable-views-of-israel-and-netanyahu/0000019e-9420-da37-a19f-d6aadca20000








berita halu…..
konglomerat AS dikuasai keturunan Israel
HANYA OTENERS GLOBAL SANG OTAK DANGKAL YANG AKAN MENJADI PEMBELA & BUDAKNYA SIREWEL ZIONIS SETANYAHU!
SI ZIONIS SETANYAHU TIDAK MENGENAL KATA DAMAI, MAKA SI SETANYAHU WAJIB DILENYAPKAN!! ☝️☝️☝️
ALLAAHU AKBAR!!! 💪💪💪