Sebuah toko senjata di Yaman menjual senapan MG42 yang indah ini, yang secara lokal dikenal sebagai “senapan mesin Hitler.”
Harganya? 800.000 riyal Yaman, atau sekitar 3.387 dolar AS (sekitar Rp 60 juta).
Bayangkan bagaimana pasar kolektor di Amerika Serikat jika barang seperti ini bisa diimpor secara legal. Nilai potensial dari sebuah artefak sejarah Perang Dunia II semacam ini berada di tingkat yang benar-benar berbeda.
FAKTA:
Yaman berada di peringkat kedua dunia dalam hal rasio kepemilikan senjata api oleh warga sipil berdasarkan perbandingan per 100 penduduk, tepat di bawah Amerika Serikat.
Fakta Kepemilikan Senjata di Yaman
- Rasio Kepemilikan: Berdasarkan data dari lembaga riset Small Arms Survey, Yaman mencatat sekitar 52,8 hingga 53 senjata api untuk setiap 100 penduduk.
- Perbandingan dengan AS: Amerika Serikat menduduki peringkat pertama dengan rasio sekitar 121 senjata api per 100 warga sipil, menempatkan Yaman di posisi kedua secara global.
- Jumlah Riil: Diperkirakan terdapat belasan juta senjata api yang beredar di tangan masyarakat sipil dan kelompok-kelompok suku di Yaman.
- Budaya Senjata: Membawa senjata ringan (seperti senapan serbu AK-47) sudah lama mengakar sebagai bagian dari budaya tradisional dan simbol status serta perlindungan diri di kalangan suku-suku Yaman.
[VIDEO]







