Sebelum berdirinya negara Israel pada tahun 1948, Palestina merupakan wilayah yang memiliki pusat perkotaan yang maju, jaringan perdagangan, serta kehidupan sosial budaya yang hidup.
Era Keemasan Kekaisaran Ottoman (Utsmaniyah): Pada akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20, Palestina memasuki era modernisasi perkotaan yang masif. Kota-kota pelabuhan seperti Jaffa, Haifa, dan Akko (Acre) diintegrasikan ke dalam ekonomi global. Jalur kereta api dibangun, ruang publik dihidupkan, dan bioskop, koran lokal, serta pasar modern bermunculan. Jaffa menjadi pusat ekspor jeruk global dan ibu kota budaya, sementara Nablus menjadi pusat industri sabun zaitun dan perdagangan pedalaman yang menghubungkan Damaskus, Beirut, hingga Kairo.
Berikut adalah kota-kota utama di Palestina sebelum tahun 1948:
1. Kota-Kota Pelabuhan & Pusat Ekonomi Utama
- Yaffa (Jaffa): Dikenal sebagai “Pengantin Laut” (Arus al-Bahr). Kota ini merupakan pusat budaya, pers, dan ekonomi terbesar di Palestina sebelum 1948. Jaffa sangat terkenal dengan pelabuhannya yang sibuk, ekspor jeruk global, serta bioskop dan teaternya.
- Haifa: Kota pelabuhan modern di utara yang menjadi pusat industri, kilang minyak, dan jaringan kereta api internasional yang menghubungkan Palestina dengan Beirut dan Damaskus.
- Akka (Acre): Kota pelabuhan bersejarah yang membentang sejak zaman Perang Salib dan Kekaisaran Utsmaniyah.
2. Kota-Kota Pusat Keagamaan & Sejarah
- Al-Quds (Yerusalem): Pusat keagamaan, politik, dan administrasi bagi seluruh wilayah Palestina. Wilayah Yerusalem Barat sebelum 1948 dipenuhi oleh lingkungan dan pemukiman warga Palestina yang makmur.
- Al-Khalil (Hebron): Kota bersejarah yang terkenal dengan Masjid Ibrahimi, pusat perdagangan tradisional, dan industri kerajinan gelas serta keramik.
- Bayt Lahm (Bethlehem): Kota suci tempat kelahiran Yesus Kristus yang menjadi pusat ziarah umat Kristiani dari seluruh dunia.
- An-Nasira (Nazareth): Kota mayoritas Arab di wilayah Galilea yang menjadi pusat budaya Kristen dan perdagangan di utara.
3. Kota-Kota Pedalaman & Pertanian
- Nablus: Salah satu kota pedalaman terbesar yang dijuluki “Damaskus Kecil” karena arsitekturnya. Kota ini merupakan pusat industri sabun minyak zaitun tradisional dan perdagangan kain.
- Ariha (Jericho): Diakui sebagai salah satu kota tertua di dunia yang terus dihuni manusia, terkenal dengan perkebunan kurma dan mata airnya.
- Jenin, Tulkarm, dan Qalqilya: Kota-kota di wilayah subur Samaria (sekarang Tepi Barat bagian utara) yang menjadi pusat agrikultur, terutama zaitun dan gandum
4. Wilayah Selatan & Jalur Gaza
- Gaza (Gaza City): Salah satu kota kuno strategis di jalur perdagangan antara Mesir dan Levant. Sebelum 1948, Gaza merupakan kota transit komersial yang penting dengan pelabuhan dan sektor pertanian yang luas.
- Khan Yunis dan Rafah: Kota perbatasan selatan yang menghubungkan wilayah Palestina dengan Semenanjung Sinai di Mesir.
- Bir al-Sabi’ (Beer Sheva): Kota utama di wilayah selatan (Gurun Negev) yang berfungsi sebagai pusat administratif dan pasar bagi komunitas Bedouin Palestina.
Komposisi penduduk Palestina tahun 1945:







