Netanyahu menyerang berbagai pihak, mulai dari Iran, Wali Kota New York, Inggris, Perancis, hingga Turki

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, melontarkan kritik keras dan menyerang berbagai pihak saat berpidato dalam Sidang Majelis Umum PBB ke-81 di New York pada Kamis 24 September 2026.

Sebelum Netanyahu pidato diwarnai aksi walk out massal oleh puluhan delegasi dunia, termasuk delegasi Indonesia. Di tengah situasi tersebut dan menjelang pemilu Israel pada 27 Oktober 2026, Netanyahu memanfaatkan panggung global untuk membela tindakan militer negaranya sekaligus menyerang para pialang kekuasaan dan negara mitra.

Berikut adalah poin-poin serangan Netanyahu terhadap berbagai pihak dalam pidatonya:

  • Iran: Netanyahu melabeli Iran sebagai “kediktatoran pembunuh”. Ia membela serangan militer bersama yang diluncurkan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap fasilitas nuklir Iran sejak Februari 2026, dengan mengeklaim bahwa menghancurkan fasilitas nuklir tersebut adalah keputusan termudah demi kelangsungan hidup negaranya. Ia juga memprediksi bahwa kejatuhan pemerintah Iran hanyalah masalah waktu.
  • Wali Kota New York City (Zohran Mamdani): Netanyahu secara terbuka menyerang Wali Kota NYC, Zohran Mamdani, yang sebelumnya sempat mengkaji opsi hukum untuk menangkap Netanyahu atas perintah Mahkamah Pidana Internasional (ICC). Netanyahu menuduh Mamdani tunduk pada “massa antisemit” dan menyatakan bahwa sejak Mamdani terpilih, banyak warga Yahudi tidak lagi merasa aman di New York.
  • Inggris dan Perancis: Menanggapi kritik atas kebijakan negaranya, Netanyahu menyerang balik kedua negara mitra Barat tersebut dengan mengungkit sejarah masa lalu mereka. “Mereka menuduh Israel—Israel yang kecil—melakukan kolonialisme. Demi Tuhan, merekalah yang menciptakan istilah itu,” cetus Netanyahu di podium.
  • Turkiye: Netanyahu menyerang Presiden Turkiye, Recep Tayyip Erdogan, dengan menyebutnya sebagai seorang “tiran”. Ia juga menuduh Turkiye menyebarkan kebohongan antisemit dan menyembunyikan para pemimpin kelompok Hamas.

Pidato ini menegaskan posisi pembelaan Netanyahu yang berapi-api di tengah isolasi internasional yang semakin meluas akibat konflik bersenjata di Gaza, Tepi Barat, dan kawasan Timur Tengah lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *