Sampai kapan? Mengapa hanya untuk menjadi pegawai negara, orang harus menjalani pelatihan militer?
Apakah tidak cukup satu juta lebih tentara di negeri ini? Setengah juta polisi bersenjata? Jutaan paramiliter seperti Hansip atau Wanra?
Pola perang dan pertahanan negara juga sudah berubah. Yang dibutuhkan sekarang ini adalah orang-orang pintar, yang menguasai teknologi, yang berinovasi, yang mampu berpikir bebas — untuk menjadi bebas.
Perang di Ukraina dilakukan oleh anak-anak muda, perempuan muda yang bikin perusahaan drone, para programmer, dan orang-orang bebas yang tidak bisa menembak, tidak cakap baris berbaris, yang ototnya lemas karena kebanyakan duduk.
Sampai kapan kita membiarkan anak-anak muda kita tidak bisa mengembangkan dirinya? Membunuh bakat-bakat yang seharusnya tumbuh membela negara ini?
Sebuah negara itu hebat, kalau kaum sipilnya bisa bekerja dengan baik, bisa mengembangkan usahanya, bisa menumbuhkan ekonomi. Mereka bisa menciptakan kemakmuran sehingga bisa bayar pajak.
Dari situlah kita membangun militer yang kuat.
Lalu apa jadinya kalau kita justru memiliterisasi mereka yang justru menciptakan kemakmuran? Hanya mereka yang taat komando, disiplin kadaver (mayat, istilah Jendral Nasution), tanpa boleh berpikir bebas?
Jangan bunuh para pencipta kemakmuran hanya untuk menegakkan rejim militeristik!
Sudah berapa orang terbunuh hanya karena mereka harus menjalani pelatihan militer.
Sampai kapan?
(Made Supriatma)








setiap yg bernyawa pasti mati. yg kita gak tau waktunya, tempatnya dan penyebabnya kita mati. paham drun 🤣