Muhammad Said Didu:
Kita semua dikagetkan penggantian mendadak Menteri Keuangan dari Pak Purbaya kepada Pak Suhasil kemarin 14 September 2026 yang sepertinya tidak berlangsung normal karena Pak Purbaya masih memimpin rapat dan ditelepon oleh sepertinya Bapak Presiden menyampaikan penggantiannya dan tidak sempat dipanggil, biasanya adalah Menteri yang diganti itu dipanggil oleh Presiden sepertinya nggak sempat.
Pertanyaan muncul apa sebenarnya dibalik pemberhentian Pak Purbaya tersebut, yang awalnya kita berharap sangat besar dari beliau tapi diganti oleh Presiden Prabowo beberapa bulan menjabat.
Nah saya mencoba mendapatkan informasi sebanyak-banyaknya apa sebenarnya yang kemungkinan terjadi dibalik ini…
Sepertinya Presiden Prabowo membutuhkan ketenangan dan stabilitas fiskal dan moneter dalam rangka beliau melaksanakan transformasi pembangunan ekonomi untuk mewujudkan pelaksanaan Pasal 33 UUD 1945.
Di awal pengangkatan Pak Purbaya, saya menyatakan saya punya harapan baik terhadap beliau, tapi ternyata setelah beberapa bulan kemudian saya menilai memang Pak Purbaya terlalu banyak bicara dan itu diluar kultur Menteri Keuangan yang sebenarnya karena kultur Menteri Keuangan yang sebenarnya itu adalah irit bicara dan hanya menyampaikan sesuatu yang sudah diputuskan, bukan sesuatu yang akan diputuskan, atau mencoba melakukan diskursus terhadap sesuatu.
Nah pada saat ketemu Presiden Prabowo saya sudah juga menyatakan bahwa Pak Presiden sebenarnya Menteri Bapak Menteri Keuangan salah satu yang menurut saya terbaik dalam bekerja, tapi masalahnya terlalu banyak bicara sehingga menimbulkan kegaduhan terhadap fiskal dan moneter.
Itulah saya pikir coba memahami apa yang terjadi terhadap penggantian Pak Purbaya.
Pak Purbaya bukan berarti salah, Pak Menteri Keuangan yang baru juga bukan berarti semuanya benar.
Tapi gabungkanlah: berikan ketenangan fiskal dan moneter dan lanjutkan pembersihan terhadap oknum-oknum di Dirjen Bea Cukai, Pajak dan Kementerian Keuangan agar Kementerian Keuangan betul-betul menjadi pilar kita untuk mengelola fiskal.
SELENGKAPNYA VIDEO:








jenis binatang ternak pemakan bangkai dan tai yg rindu kadrun tp kadrunnya jijik melihatnya
af koplak
aris wijayakontol
judibelingham
ngentot pernandes
kentung
didu ini apa bae dikomentarin
didu koncil banyak bacot, si kontet kont0l kecil mantan penyembah wan yemn lagi berusaha jilat Pak PS biar dapat jabatan. 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
tapi dia punya duit. Beli kepala. lu juga bisa
seharusnya dua dirjen keuangan anjing gemoy itu yg dipecat krn membuat genk2x kelompok korup unt setoran logistik pilpres 2029, mafia2x inilah yg dibasmi sm purbaya jgn pura2x gk taulah, gitu az kok reppot
Pak Purbaya orang pasar, orang pasar berpikir bgmn omset naik (pertumbuhan ekonomi tinggi) yg diikuti dg pajak bertambah tanpa menaikan tarif pajak, suku bunga bank rendah dengan membanjiri uang di sistem perbankan, hambatan pertumbuhan ekonomi dibenahi (makanya ada satgas the Bottle Necking).
Pak Purbaya banyak bicara karena untuk membangun optimisme ditengah gejolak ekonomi dunia, beliau harus tampil Pede bahwasanya ekonomi Indonesia bagus, supaya investor menanamkan modalnya di Indonesia, walaupun dilihat orang lain seperti omong besar, tapi masih bisa kita pahami mestinya.
Kalau menteri yg tidak mau pusing diam saja di kantor otak atik angka tidak perlu banyak bicara, naikan pajak rakyat kemudian uangnya disalurkan ke daerah unt dipakai oleh birokrasi korup, naikan BBM, simpan uang di BI, pinjam uang ke lembaga Internasional, tapi ekonomi makro Indonesia tidak akan bisa tumbuh di atas 6% apalagi 8%.
Silahkan mana resep yg mau dipilih
contoh2 yg dulu disembah kadrun tapi sekarang dicaci maki:
– prabowo
– KDM
– Ridwan Kamil
– PKS
– babe haikal
– Naniek deyang
– Rocky Gerung
– Maudy ayunda
contoh2 yg dulu dimaki kadrun tp sekarang disembah;
– Anies
– Ferri irwandi
– Sherly
– feri latusolihin
– islah baalwi
– Reza rahadian
contoh2 yg dulu disembah kadrun terus diingkari dan dicaci maki terus disembah kembali:
– purbaya
kadrun gak punya otak emang kepribadiannya sakit jiwa kwkwkwkwkwk 🤣😂😆
didu ini semua dikomen, apa karena pengangguran atau mmg lagi menjilat biar dapat jabatan staf ahli menteri BP BUMN?