Oleh: Saief Alemdar
Saat ini Suriah menghadapi salah satu keputusan tersulit sejak jatuhnya rezim, Suriah dihadapkan pada dua pilihan, berpartisipasi dalam perang Yaman, atau tidak berpartisipasi, keduanya memiliki konsekuensi. Dalam beberapa jam terakhir, muncul dua narasi yang keduanya terlihat memang sangat bertentangan.
Reuters mengutip seorang pejabat AS dan seorang pejabat militer Suriah yang mengatakan bahwa Damaskus sedang mempertimbangkan untuk memberikan bantuan militer kepada Arab Saudi, yang dapat mencakup pengiriman pasukan untuk melawan Houthi. Pejabat AS tersebut menyatakan bahwa Arab Saudi telah meminta deployment (pengerahan) pasukan Suriah. Axios, juga mengutip pernyataan tiga pejabat AS bahwa deployment pasukan Suriah bisa mencapai 10.000 atau bahkan 20.000 tentara.
Kemudian muncul klarifikasi total dari Damaskus, Penasihat Media kantor Kepresidenan Suriah, Ahmad Muwaffaq Zaidan menyatakan secara tegas bahwa isu terkait deployment pasukan Suriah ke Arab Saudi atau Yaman adalah “kebohongan dan tidak memiliki dasar dalam kenyataan.”
Namun, Kementerian Penerangan Suriah melaporkan sesuatu yang patut diperhatikan bahwa Suriah tidak ingin membuka front baru, tetapi setiap kerja sama militer dengan negara-negara mitra akan dilakukan melalui saluran resmi dan kerangka kerja bilateral yang ada. Dengan kata lain: Damaskus membantah narasi tersebut, tetapi tidak menutup pintu untuk kerja sama militer formal. Dan di sinilah, dimulailah kisah terpenting: Pakta Mekkah!
Suriah sebelumnya mengumumkan bahwa mereka sedang mempertimbangkan untuk bergabung dengan aliansi pertahanan yang mencakup Arab Saudi, Turki, dan Pakistan, yang menganggap serangan bersenjata terhadap salah satu anggotanya sebagai serangan terhadap semua anggota. Jadi, apakah Suriah diharapkan memasuki perang Yaman dari luar aliansi?
Jika itu terjadi, Suriah akan membayar mahal tentunya, potensi korban tentara, permusuhan langsung dari Houthi, kemungkinan pembalasan dari pasukan tetangga yang bersekutu dengan Iran, dan militer Suriah sendiri masih dalam proses pembangunan kembali. Setelah kerugian itu, Suriah tidak menerima komitmen pertahanan kolektif dari aliansi Pakta Mekkah!
Artinya, kebijakan deployment pasukan Suriah itu membantu membela Arab Saudi, sementara tidak ada komitmen serupa dari aliansi tersebut untuk membela Suriah. Namun, jika partisipasi dikaitkan dengan bergabungnya Suriah ke Pakta Mekkah, maka disini kalkulasi politik dan militernya berubah.
Di sini, Damaskus tidak hanya mendapatkan kemitraan politik, tetapi juga memasuki kerangka kerja formal untuk pertahanan kolektif. Setiap serangan bersenjata terhadap Suriah, maka akan menjadi urusan seluruh aliansi, menyediakan kerangka kerja formal dan legal untuk pertahanan kolektif, berdasarkan hak membela diri secara kolektif yang diabadikan dalam Pasal 51 Piagam PBB.
Nah, di sini Israel masuk dalam ring!
Israel sejak awal sudah keberatan dengan peningkatan kehadiran militer Turki di Suriah dan sebelumnya telah menyatakan pendirian pangkalan Turki di sana sebagai garis merah. Namun, masuknya Suriah ke dalam ‘Pakta Mekkah’ aliansi pertahanan dengan Turki, Pakistan, dan Arab Saudi mengubah kalkulasi, apa yang dianggap Israel hari ini sebagai “intervensi Turki”, besok menjadi tindakan atas permintaan resmi negara anggota dan dalam kerangka komitmen pertahanan kolektif.
Inilah yang membuat keputusan untuk memasukkan Suriah ke dalam aliansi ‘Pakta Mekkah’ menjadi sulit bagi Arab Saudi, Turki, dan Pakistan. Pakta Mekkah tidak hanya akan mendapatkan mitra baru melawan Houthi, tetapi juga musuh baru yang jauh lebih besar, bagaimana kalau Israel menyerang Suriah?
Suriah akan memiliki harga yang harus dibayar untuk berpartisipasi dalam perang Yaman dan ada juga harga yang harus dibayar untuk tidak ikut. Apalagi Saudi merupakan salah satu negara terpenting yang mendukung Suriah yang baru pasca Assad (terutama dari sektor bantuan ekonomi).
Ada juga skenario ketiga untuk Suriah, partisipasi terbatas dan tidak diumumkan, melalui pengiriman konsultan militer atau pasukan khusus untuk misi tertentu, atau untuk melindungi front sensitif seperti Taiz…
Biarlah waktu yang menjawab…
-FB-








SEMOGA ALLAH BERIKAN YANG TERBAIK UNTUK UMAT ISLAM… AAMIIN.. ALLAHU AKBAR..
jangan mau,,,
baru juga selesai perang, diminta perang lagi bantu Saudi!
sibuk amat cari bantuan sana sini! 😂 pasukan Saudi yang perkasa dan alat2 tempur yang super canggihnya pada kemana? 🤭
sini lho banyak fans Saudi, rekrut mereka aja dah, daripada mereka sibuk nyepam komen copasan disini! 🤣
demi persatuan umat sebaiknya ikut saudi perang di yaman, suriah sudah pengalaman mengalahkan syiah
demi persatuan? 🤨
kalau demi Saudi iya! 😂