Presiden cerdas sedang mengumpulkan pakar-pakar goblok yang mau membebek..
Pakar-pakar itu saking pinternya jadi goblok!.. ternyata pakar-pakar selain goblok malah jadi bebek..
Negara ini memang diisi orang-orang s*nt*ng. Presidennya tanpa rasa bersalah sedikitpun, amarah meledak, komat kamit…tantrum teriak-teriak. Kata katanya dengan mudah membunuh kepercayaan publik pada akal sehat…kepakaran dianggapnya penyakit…
Ngga berselang lama…tanpa malu bikin acara ngundang pakar di istana dengan pintu dikunci rapat-rapat, dia duduk melingkar dengan orang-orang yang kemarin dia sebut goblok, dan mereka si goblok manggut-manggut saja di depan presiden menampakkan tanda-tanda kenyamanan, dan tanpa merasa tersinggung sedikitpun…
Lucu sekali paradoks ini… kalau ngga mau dibilang tolol..
Bagi prabowo intelektual adalah musuh saat mereka ngga mau tunduk, tapi menjadi pelayan saat dia butuh..
Pakar baginya adalah ancaman, karena sejatinya meraka bicara dengan data, dengan jurnal, dengan angka yang tidak bisa disogok dengan tepuk tangan massa. Maka prabowo cari akal bagaimana pakar harus direndahkan, harus dikendalikan.
Dan betul hari ini dia mampu menjadikan mereka badut.
Tau ngga tragedi selanjutnya..? eee ternyata pakar-pakar itu mau juga datang… bahkan nampak berasa nikmat-nikmat saja. Lupa kemarin dipermalukan..
Gpp sih mau dibilang goblok, tolol, badut atau apapun asal dapat proyek dari istana..iiihhhh lebih menjijikkan.
Kita pikir pakar-pakar itu marah dibilang goblok? Ternyata engga sama sekali..
Pakar-pakar itu tersenyum..mengangguk…menunduk..gestur berserah diri..kawulo marang gusti..Dicaci di depan massa, dipuji di dalam istana. Karena bagi sebagian pakar di negeri ini, kata “goblok” bukanlah penghinaan. Itu adalah harga. Harga tiket masuk kekuasaan/istana.
Damn. inilah rumus prostitusi intelektual yang paling sempurna…diludahi di panggung, dijilat di ruang rapat..
Tidak ada yang brani bertanya kemana harga diri ilmu? Mereka sadar di Republik ini menjadi pintar itu tidak penting. Yang penting adalah menjadi dibutuhkan oleh orang yang berlagak pintar tapi punya kekuasaan..
Yang penting di media ada foto dia duduk di depan layar bertuliskan “diskusi presiden”, maka cacian “goblok” itu berasa seperti belaian.
Sempurna.
(By Rendra Setiawan)








pakar diundang dan dibutuhkan ketika permasalahan sudah akut, apakah pendapat pakar didengar atau tidak, emang gua pikirin.
jauh sebelum nya BMKG sudah memberikan peringatan, seharusnya di momen seperti itu pakar diundang dan dimintai solusinya.
sebenarnya yang GUOBLOK itu siapa ?
presidennya
emang lawak
sekarang mah ada AI ,mau nanya apa dijawab sm gugel, Chatgpt sedetil -detilnya.
bikin pertemuan gitu apakah tdk keluar biaya ????
katanya epecienci 😂😂😂
iye bener…. tanya AI aja yaaa
tapi wowo gaptek ora 🤣🤣😂
pantesan buat wowo pendidikan kurang begitu penting karena ada AI 💃💃🕺🕺
orang2 fomo di sini pengen nya para pakar itu teriak2 ngegoblokin presiden
ternyata presiden menghargai pakar yg emang bener pakar… bukan pakar jadi2an
wkwkwkwk si Anonim TerWo BabRun KAFIR MUNAFIK islamophobia GUOBLOKKKK masih juga gak paham. upppsss…aku lupa lagi kalau si Anonim TerWo ANJING PENJILAT TerMul dan TerWo BabRun ini gak ada akalnya‼️
Ngoahahaha…🤣😝😂😜
lah, justru yg hadir di rapat itulah yg pakar jadi²-an,,,
mereka mengesampingkan kepakarannya hanya untuk bisa dekat dgn istana,,,
padahal sebelumnya wo² udah ngegoblok²in mereka…
L.O.L
termul/terwo GOBLOK-nya permanen…
L.O.L
orang anti sains jadi pemimpin, bener² musibah. ingat kan statemen si mbah yg amat epic, bikin kebijakan kopdes krn dapat wangsit
Psikopat bangka itu memang ga ada obat… cuma bisa do’a saja malapetaka lewat penguasa lalim segera dilenyapkan dari negeri ini ya Rob…🤲