Klaim keberhasilan pemerintahan Prabowo belum tercermin secara konsisten dalam sejumlah indikator yang diterbitkan lembaga internasional.
Daya saing, persepsi korupsi, negara hukum, dan kebebasan pers dalam perbandingan ini menunjukkan kemunduran, sementara kebebasan sipil dan mutu pendidikan belum menunjukkan perbaikan berarti.
Klaim keberhasilan semestinya diuji dengan ukuran yang terbuka, bukan cukup ditegaskan lewat pidato.
Indikator tersebut memang memiliki periode pengukuran berbeda dan tidak seluruh perubahannya dapat dibebankan kepada satu pemerintahan.
Namun, temuan itu tetap menuntut jawaban: apa yang sudah diperbaiki, mengapa sejumlah ukuran memburuk, dan kapan hasilnya dapat dirasakan rakyat? Pemerintah perlu menjawab dengan kebijakan dan hasil yang terukur.
(Nandang Sutisna)








Apa yg bisa diharapkan dari hasil kecurangan dan level 11/100. Nol besar.
GAK PENTING… YANG PENTING IJAZAH BAPAK DAN ANAK HARUS TERUS DIURUS SAMPAI TUNTAS.
TERIMAKASIH BAPAK PRESIDEN PRABOWO YANG TELAH MENGGANTI KAPOLRI KAFIR DENGAN BAPAK KAPOLRI YANG MUSLIM… ALHAMDULILLAH…
prestasi yang tetap itu bukan hasil kerja kabinet ini…..melainkan program menteri sebelumnya…..negara lain maju ini malah mundur…..sudah waktunya pak tua mundur momong cucu, minimal momong cucu oligarkilah….
UU saja bisa dirubah apalagi cuma data seperti itu 🙂😎