Prabowo kasih kado terindah ultah Gibran: Pencopotan Kapolri (Listyo Sigit) dan Menko PMK (Pratikno)

Catatan Bung Iyut:

Hari ini 1 Oktober 2026 Gibran tepat ulang tahun ke-39 dan Prabowo kasih kado terindah:

Pencopotan Kapolri (Listyo Sigit Prabowo) dan Menko PMK (Pratikno). Pratikno didepak diganti oleh eks Menlu Sugiono. Menlu diganti Arrmanatha Nasir (sebelumnya Wamenlu).

Listyo dan Pratikno ini adalah anak emas rezim Jokowi. (netizen sering menyebutnya “Geng Solo”).

Prabowo benar² kasih pesan serius kepada Jokowi…wkwkwkwkwk…

Listyo Sigit yang seharusnya baru pensiun 2029, dikasih jabatan baru Kepala Staf Kepresidenan (KSP).

Jabatan Kapolri itu 1000x lebih powerful lah dibanding kepala KSP.

Jabatan KSP itu cuma kosmetik sejak dulu. Gak punya power. Alias hanya pajangan. Beda jauh dengan Kapolri.

Dan itu cara “soft landing” Prabowo terhadap Listyo Sigit. Kalo langsung tanpa jabatan yah ketahuan mencampakkan banget lah, terlalu jorok.

Penggantian Kapolri ini strategis sekali…

Kapolri baru adalah kader Don D (Dasco).

Apa tafsir terkuatnya?

Hambalang hadapi Solo gak lagi dari pinggir tapi langsung dari tengah.

Sigit = kartu terkuat Mulyono.

Mulyono kena prank UU Polri yg disahin 5 bulan lalu u/ langgengin Sigit sampe 2029.

Geng Solo udah senyum² aja halusinasi bahwa Sigit akan mecahin rekor sebagai Kapolri terlama dan akan mengamankan kepentingan Mulyono di pemilu 2029.

Tapi semua itu buyar.

Mengganti Sigit yang masih bisa 3 tahun lagi benar² manuver paling berani dari Hambalang. Apalagi pasca pengesahan UU Polri pada Juni lalu.

Dan ini agak di luar kebiasaan. Karena biasanya kandidat kuat adalah dari posisi Kabareskrim.

Sekali lagi, Prabowo meniru “gaya Jokowi” alias melakukan pola² gak lazim.

Dulu Jokowi secara kontroversial menunjuk Listyo sebagai Kapolri padahal masih banyak perwira yg lebih senior dari Sigit, sebuah pola yg gak lazim.

Kini tinggal ganti panglima TNI maka posisi Hambalang makin kokoh sambil senyum² nunggu putusan MK soal Gibran.

Prabowo plek ketiplek meniru strategi politiknya Jokowi.

Sabar menunggu momen dan gak gerasah gerusuh.

Ya semua dimulai dari dibiarkannya isu ijazah palsu Jokowi.

Isu yg merongrong marwah Jokowi sampai emosi.

Teramat jarang kita semua melihat Jokowi sangat emosional menanggapi suatu isu.

Tapi pada isu ijazah, Jokowi benar² all out mengerahkan segala sumber daya.

Banyak pihak meremehkan isu ijazah Jokowi tapi gak sadar konsekuensi politiknya hingga merambat pada pergantian Kapolri yg notabene adalah kartu amunisi terkuat Mulyono selama ini…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

5 komentar

  1. Bukan kabar menyenangkan juga bukan kabar menyedihkan. Tapi ini tanda kesengsaraan rakyat bakal terus berlanjut, krn rezim ini makin gak ada lawan.

  2. Next move dr pencopotan sigit adalah dibukanya kembali kasus KM50, dmn sigit adalah eksekutor utamanya kalo nggak mau dibilang master mind … tinggal jeblosin ke penjara

  3. si doi diajak upacara di lubang buaya…
    padahal DPR Lagi nyopot dia di senayan…
    pulang upacara balik ke trunojoyo ibarat orang di telanjangi