Prabowo-Gibran 2 Periode Cuma Angan-Angan Jokowi

Jokowi Sadar sudah Ditinggalkan, Prabowo-Gibran Dua Periode Masih Angan-angan

Oleh: Erizal

Ternyata, sangat wajar, Jokowi bekerja mati-matian, bekerja habis-habisan, dan Kaesang Pangarep, saudara kandungnya Gibran, memeras-meras darahnya untuk kemenangan PSI. Sebab, hanya PSI yang memang tersisa. Semua partai bisa dipastikan tak akan ada yang mengusung Prabowo-Gibran dua periode seperti keinginan Jokowi.

Yang diharapkan Jokowi memuluskan keinginannya Prabowo-Gibran dua periode itu sebetulnya hanya dua partai, yakni PAN dan Golkar. Kalau Gerindra sudah pasti tidak, karena sudah ada Prabowo. PKB sudah menyatakan dukungan Prabowo dua periode, tapi nama Gibran tidak. PAN sudah juga menyebut, tapi malah nama Zulhas yang disebut, bukan Gibran.

Demokrat, NasDem, PKS, dan apalagi PDIP, jangan berharap keluar nama Gibran yang akan diusung. Bahkan, di mana ada nama Gibran, di situ mereka menjadi pihak yang berseberangan. Pramono Anung, kader PDIP, mantan Menseskab Jokowi saja, yang kini jadi Gubernur Jakarta mengatakan dia tak akan pernah masuk gorong-gorong saat memimpin.

Kenapa istilah gorong-gorong yang dipakai dan paling dihindari Pramono Anung dalam memimpin Jakarta? Karena ia tak lagi akan bersama Jokowi. Ia sudah membedakan dirinya dengan Jokowi. Gorong-gorong simbol kepalsuan, bukan sekadar pencitraan saja. Artinya, kalau sudah tak bersama Jokowi lagi, berarti tak akan juga bersama Gibran.

Golkar memang belum menyatakan dukungan pada Prabowo dua periode, apalagi Gibran. Ketua Umum Golkar Bahlil Lahadalia baru menegaskan dukungan Prabowo-Gibran hingga 2029. Setelah itu ia belum tahu, karena harus diputuskan lewat mekanisme Mukernas Golkar. Keputusan Golkar bukan mutlak berada di tangan Ketum Bahlil Lahadalia semata.

Artinya, kendatipun Ketum Bahlil sudah banyak “makan budinya” Jokowi, tapi soal dukungan Gibran untuk kembali mendampingi Prabowo, tak semudah itu. Kalau terlalu dipaksakan, bisa-bisa Bahlil yang terjungkal dari kursi Ketua Umum Golkar. Anekdot yang mengatakan bahwa Pohon Beringin takluk pada seorang tukang kayu, tak selamanya berlaku.

Jadi, baru bisa dimaklumi pidato berapi-api Jokowi di ajang Rakernas I PSI di Makassar, tempo hari. Jokowi sudah sadar akan ditinggalkan partai-partai. Harapan tersisa hanya PSI saja. Keinginan Jokowi mengusung Prabowo-Gibran dua periode masih berupa angan-angan belaka. Keinginan yang bukan mustahil akan layu sebelum berkembang. (*)

Komentar