Pemilik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pangeleyan di Kecamatan Tanah Merah, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, Khairul Umam atau yang dikenal sebagai Haji Her, kembali menjadi perhatian publik. Setelah sebelumnya membagikan uang Rp 50.000 kepada ribuan siswa penerima ompreng Makan Bergizi Gratis (MBG), kali ini ia menyatakan akan memanfaatkan hasil program tersebut untuk membantu warga kurang mampu.
Dalam acara peresmian dan groundbreaking SPPG Polri serta peresmian gudang ketahanan pangan di Bangkalan, pengusaha tembakau asal Pamekasan itu menegaskan dirinya tidak berniat mencari keuntungan dari program MBG. Ia bahkan menyebut tidak akan mengambil bagi hasil yang menjadi haknya sebagai pengelola.
“Hasilnya tidak akan saya minta. Kalau memang ada hasil, akan saya gunakan untuk membantu warga yang rumahnya tidak layak huni di Bangkalan,” ujarnya, Jumat (13/2/2026). Ia juga menambahkan bahwa motivasinya terlibat dalam program tersebut bukan untuk memperkaya diri. “Kami di sini bukan mencari uang. Uang saya sudah banyak,” tegasnya.
Pria yang dijuluki “Crazy Rich Madura” itu juga mengingatkan seluruh pengurus SPPG agar tidak mengurangi porsi maupun kualitas makanan yang diberikan kepada siswa. Menurutnya, anggaran yang telah ditetapkan harus digunakan sepenuhnya untuk kepentingan para penerima manfaat.
“Jangan sampai mengambil hak orang lain. Setiap petugas sudah ada komisinya masing-masing. Haram hukumnya mengambil keuntungan di luar yang menjadi haknya,” katanya.
Terkait pembagian uang Rp 50.000 kepada 1.877 siswa di 19 sekolah di Kecamatan Tanah Merah, Haji Her menjelaskan bahwa dana tersebut berasal dari hasil pengelolaan SPPG miliknya. Ia mengaku sengaja membagikannya kembali kepada para siswa agar mereka semakin bersemangat dalam belajar.
Sebelumnya, aksi pembagian uang tersebut sempat viral karena dilakukan bersamaan dengan distribusi ompreng MBG kepada ribuan siswa di Bangkalan.






