Pengacara jambret mencatut nama ALLAH

Dia bicara soal uang tali asih untuk keluarga jambret sebagai syarat kasus ini tidak dilanjutkan.

“Berapa kita minta? Dengan kondisi sekarang ini, kita tidak jual nyawa lho. Tidak pernah kita jual nyawa. Sudah saya sampaikan dengan kajari (Kejaksaan).

Kalau kamu mau memberikan sesuatu, nanti saya sampaikan sesuatu.

Punya kami ini sudah mati. Tidak bakal hidup lagi.

Sekarang si Hogi (suami korban jambret yang jadi tersangka), dengan kekuatan yang luar biasa ini, dia ditahan aja enggak.

Tapi Allah maha tahu, nanti Allah akan menghukum. Saya yakin begitu. Allah akan menghukumnya nanti.

Dan kami tidak akan pernah memaafkan lahir dan batin. Karena orang tuanya sudah sampaikan kepada saya. Tidak akan memaafkan pelaku tersangka pembunuhan.”

***

Penulis asal Sumsel, Tere Liye menanggapi pernyataan pengacara jambret ini….

“Saya mewakili penduduk Sumsel, benar-benar minta maaf atas kelakuan penjambret, pengacaranya, polisi, dll dsbgnya. Percayalah, tidak semua orang Sumsel begini pola pikirnya. Sudahlah dia penjahatnya, dia yg memulai kejadian, eeh dia pula yang lebih galak. Gawe buyan,” ujar Tere Liye di akun fbnya.

Gawe buyan” istilah ini sering digunakan dalam percakapan informal (seperti bahasa Osi/Sumatera) untuk merujuk pada tingkah laku yang tidak masuk akal atau bodoh. Umumnya diartikan sebagai perbuatan sinting, gila, atau tindakan konyol.

Gawe: Membuat/perbuatan/tingkah.
Buyan: Sinting/gila.

Secara keseluruhan, kalimat ini menggambarkan seseorang yang melakukan sesuatu yang sangat bodoh atau di luar akal sehat.

[VIDEO pengacara jambret]

Komentar