Di tengah ramainya berita dan gosip selebritas akhir tahun, muncul suara yang tegas dari akun Instagram @pandawaragroup. Melalui sebuah unggahan dalam format carousel, mereka menyampaikan keresahan sekaligus seruan: “Stop normalisasi kasih panggung kasus perselingkuhan!”. Pesan ini bukan sekadar kritik, tetapi ajakan kolektif untuk mengubah pola konsumsi dan produksi konten di ruang digital.
Pandawaragroup secara khusus menyasar publik figur, podcaster, dan kreator konten. Dalam unggahannya, mereka menegaskan, “Dear teman-teman publik figur, podcaster dll… Yu stop membesar-besarkan dan memberi wadah untuk hal-hal seperti itu.” Alasannya jelas: urusan perselingkuhan adalah masalah privat yang “sangat tidak layak untuk dikonsumsi publik.” Fokus mereka adalah mengajak semua pihak untuk mengalihkan energi dan waktu ke hal yang lebih bermanfaat bagi pribadi, agama, dan negara.
Seruan ini sangat relevan dalam konteks etika bermedia sosial. Banyak penelitian menunjukkan bahwa sensasionalisme atas kehidupan pribadi selebritas berdampak buruk. Pertama, ia mengaburkan isu-isu publik yang lebih penting seperti pendidikan, kesehatan, atau lingkungan. Kedua, dari sudut psikologis, paparan berlebihan terhadap konflik hubungan orang lain dapat menormalisasi drama dan meningkatkan kecemasan sosial, terutama di kalangan anak muda. Ketiga, ia mengurangi kesadaran akan batas privasi yang semestinya dijunjung tinggi, bahkan bagi figur publik.
Merespon ajakan Pandawaragroup, langkah konkret yang bisa kita ambil adalah:
- Sebagai konsumen: selektif dalam mengonsumsi dan tidak menyebarluaskan konten gosip.
- Sebagai kreator: memprioritaskan konten yang mendidik, inspiratif, dan memajukan diskusi sehat.
- Sebagai komunitas: memberi apresiasi lebih pada konten yang substantif, bukan yang sekadar sensasional.
Akhir kata, seperti disampaikan Pandawaragroup, mari “simpan energi dan waktu kalian untuk hal-hal yang lebih bermanfaat.” Dengan lebih bijak memilih konten, kita tak hanya menjaga kesehatan mental sendiri, tetapi juga turut membangun ekosistem digital yang lebih beretika dan bermartabat.
Source:https://www.instagram.com/p/DSxaXnbj-94/?img_index=3&igsh=MTV4YjFmZmVkYm1oag==







Komentar