Ooohhhh

Temuan mengenai fasilitas mewah bak apartemen atau cluster vila di Lapas Kelas IIA Cibinong memang benar adanya dan baru saja dibongkar melalui inspeksi mendadak (sidak) oleh Ombudsman RI pada Rabu, 23 September 2026.

Dalam sidak yang sempat diwarnai aksi saling dorong karena petugas lapas menghalangi masuk tersebut, Ombudsman menemukan berbagai fasilitas yang tidak seharusnya ada di lingkungan penjara:

  • Deretan Kamar Mewah: Terdapat lebih dari 10 bangunan berukuran tipe 36 yang terpisah dari blok hunian biasa. Kamar-kamar ini dilengkapi ruang tamu, sofa, TV berukuran besar, AC, dapur, hingga perlengkapan memasak.
  • Kulkas Berisi Miras: Di dalam kulkas fasilitas tersebut, ditemukan botol-botol minuman keras.
  • Mobil Mewah: Ditemukan dua mobil mewah terparkir di area terbatas, salah satunya adalah Toyota Alphard.
  • Rencana Mini Golf & Gym: Ombudsman juga menemukan proyek pembangunan simulator golf, fasilitas kebugaran (gym), serta rencana pembangunan shelter untuk golf mini.

“Pantesan Lapas Cibinong kayak cluster vila: ada sofa, kulkas isi miras, Alphard, rencana mini golf. Ternyata ada Ferdy Sambo di situ, plus napi kelas kakap lainnya. Untung Ombudsman nekat sidak sampai adu dorong sama petugas,” cuit akun X @bangherwin.

Meskipun Ferdy Sambo dan narapidana kasus korupsi lain seperti Harvey Moeis memang benar merupakan warga binaan di Lapas Cibinong, pihak Ombudsman RI maupun Kantor Wilayah Ditjenpas Jawa Barat belum bisa memastikan apakah Ferdy Sambo ikut menikmati fasilitas mewah tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

4 komentar

  1. mangkenye…. klo korupsi jangan tanggung tanggung supaye ga dipenjare tapi nginep dicluster vila. presiden aje henteu nyahok, ehh…. die mo kejar Antartika xixixixixi 😺😺😺😺

    1. betul, kalau mau korupsi sekalian ratusan M, buat bayar yang ginian, trus petugas lapas ngeles kalo in irumah dinas .. siape juga yang mau tinggal dalam lingkungan penjara, ngadi-ngadi emang pejabat konoha, lha dapet suapan M-M, mending buat villa di pinggir kota, tnggal disaana

  2. Pantes pada nafsu jadi pejabat meski modal gede milyaran biar bisa berlomba korup gede² an ; balik modal dulu terus sisanya itung keuntungan, resiko ketangkep trus dibui itu urusan formalitas saja, toh cuma sebentar karena dapat remisi, ditambah diberi kamar eksklusif, keluar bisa menjabat lagi, buat koruptor swasta apalagi, korup nya kakap sekalian begitu keluar bui masih bertumpik cuan, selama hukum di Indon masih bisa cingcai, dan mainkan senjata isu negara khilafah + radikal buat ulama atau ormas Islam yg kritis & vokal.