Sebuah kritik tajam dan berapi-api dari ahli gizi masyarakat, Dr. dr. Tan Shot Yen, M.Hum, di hadapan para anggota dewan mengguncang ruang rapat Komisi IX DPR RI dan jagat maya.
Tan Shot Yen adalah seorang dokter, ahli nutrisi, dan penulis buku. Ia sangat aktif di media sosial, pengikutnya di Instagram lebih dari 1,1 juta. Konten-kontennya banyak memberikan edukasi tentang tumbuh kembang anak.
Saat audiensi dengan Komisi IX DPR di Komplek Senayan, Jakarta, Senin (22/9/2025), Dokter Tan mengkritik program MBG yang menurutnya, melenceng dari tujuan edukasi gizi.
Menurut dia, program ini justru memberi ruang bagi produk makanan instan dan produk ultra proses (UPF).
Dr. Tan dengan tegas menyuarakan kegelisahannya terhadap arah program yang dinilai salah kaprah, lebih mengutamakan produk industri ketimbang kekayaan pangan lokal.
Momen tersebut, yang kemudian viral setelah diunggah melalui akun Instagram pribadinya, menunjukkan Dr. Tan sudah tidak tahan lagi dengan program MBG.
“Saya pengen anak Papua bisa makan ikan kuah asam. Saya pengen anak Sulawesi bisa makan kapurung. Tapi yang terjadi dari Lokna (Sumut) sampai dengan Papua, yang dibagi adalah… burger! Di mana tepung terigu tidak pernah tumbuh di bumi Indonesia. Nggak ada anak muda yang tahu bahwa gandum tidak tumbuh di bumi Indonesia. Tapi yang dibagi Spaghetti. Dibagi bakmi gacoan. Oh my God!!”
[VIDEO]







Komentar