Milisi ‘londo ireng’ mengibarkan bendera ‘Israel’ di atas Sekolah al-Azmi di Gaza

Perjuangan Palestina tidak hanya menghadapi pasukan Israel, tapi juga milisi-milisi ‘londo ireng’ yang didukung Israel.

Pemimpin milisi kolaborator, Shawqi Abu Nasira, kemarin mengibarkan bendera ‘Israel’ di atas Sekolah al-Azmi—yang menjadi markas milisinya di sebelah timur Deir al-Balah (Gaza tengah), di balik Garis Kuning.

Sumber-sumber perlawanan menyatakan bahwa Abu Nasira mengibarkan bendera tersebut setelah pihak pendudukan (Israel) mengurangi dukungannya terhadap kelompoknya; tindakan itu dinilai sebagai upaya untuk mencari muka di hadapan pihak pendudukan demi mendapatkan kembali dukungan mereka.

Abu Nasira, seorang pensiunan brigadir Otoritas Palestina (PA), memimpin kelompok Free Homeland Forces (Pasukan Tanah Air Merdeka) yang didukung ‘Israel’ di wilayah Gaza tengah.

Milisinya terlibat dalam berbagai tindakan seperti penculikan dan penyiksaan warga Palestina, pengoperasian tempat penahanan dan lokasi penguburan di Sekolah al-Azmi, penjarahan rumah warga sipil dan bantuan kemanusiaan, serta penculikan dan pemukulan hingga tewas terhadap warga sipil bernama Basil Abu Sal pada Desember 2025 sebelum menguburkan jenazahnya di luar sekolah tersebut.

Pada masa kekuasaan Fatah (saat ia bertugas sebagai polisi di Rafah), Abu Nasira pernah mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap anggota Brigade Syuhada Al-Aqsa di Rafah selama Intifada Kedua; menurut sebuah laporan baru, anggota Brigade tersebut kemudian melakukan penyergapan dan memukulinya, yang berujung pada pemecatannya dari jabatan serta membuatnya semakin dikucilkan oleh masyarakat Gaza.

*Sebagai info: kondisi Gaza sekarang terbagi menjadi dua wilayah yang dibatasi oleh garis kuning (yellow line), dimana 58% wilayah Gaza masih diduduki pasukan Israel. Milisi-milisi londo ireng ini menempati wilayah Gaza yang dikuasai Israel. Mereka mendapat perlindungan dari pasukan Israel. Bagi warga Gaza yang mencoba melintasi garis kuning akan langsung ditembak mati oleh pasukan Israel, tidak peduli anak-anak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar