✍🏻Abdul Rizal
BOP dangan Perjanjian Hudaibiyyah tidak apple to apple karena beberapa hal:
🟩Pertama, Perjanjian Hudaibiyyah terjadi antara Rasulullah sebagai pemimpin negara Islam di Madinah, sementara BOP terjadi antara AS dan negara-negara satelitnya. Dan pada saat yang sama, Palestina sebagai wilayah yang akan direkonstruksi pasca perang tidak diajak di dalam perundingan.
🟨Kedua, berdasarkan sunnah Rasulullah, perjanjian dengan orang orang kafir untuk bertetangga baik itu harus temporer bukan permanen, dan perjanjian Hudaibiyyah berdurasi 10 tahun untuk tidak saling menyerang di antara negara sekutu daulah Islam Madinah dengan negara sekutu Quraisy.
Sementara BOP tidak ada batas waktu hingga kapan perjanjian damai ini berlangsung bahkan AS sejak awal menetapkan bahwa Donald Trump akan menjadi ketua Dewan Perdamaian itu selamanya tanpa batas waktu.
Selain itu, belum genap sebulan BOP itu ditandatangani, Israel sudah kembali memborbardir pemukiman Palestina hingga menewaskan 64 orang.
🟦Ketiga, landasan Perjanjian Hudaibiyyah adalah hukum syara’ yang dikeluarkan oleh Rasulullah. Sementara, BOP landasannya adalah sekularisme-kapitalisme yang bertujuan untuk menjadikan Gaza sebagai pusat ekonomi dan properti. Untuk itu, mereka akan memindahkan seluruh warga Gaza ke negara penampung, seperti Mesir, Indonesia, atau Yordania.
Walhasil, menyamakan BOP dengan Perjanjian Hudaibiyyah adalah bentuk penyesatan politik untuk meraih dukungan umat Islam.








Komentar