Menemukan kemarahan Rakyat

Berdasarkan data resmi Kemenkop per 28 September 2026, tercatat 85 persen dari total 28.620 calon manajer kopdes merah putih menyatakan kesediaan mereka dan menandatangani lembar konfirmasi penempatan kerja. Artinya ada sekitar 15% yang mengundurkan diri. 15 persen dari total 28.620 = 4.293 calon manajer yang mengundurkan diri.

Polemik ini mencuat saat dokumen offering letter (surat penawaran kerja resmi) dikirimkan pada Jumat, 25 September 2026.

Di dalam dokumen tersebut, terdapat klausul konfirmasi penempatan. Apabila calon manajer tidak menandatangani atau tidak mengonfirmasi umpan balik hingga batas akhir pada Senin, 28 September 2026 pukul 23.59 WIB, maka mereka secara otomatis dianggap menolak penawaran dan mengundurkan diri. Kemenkop menyatakan akan melakukan pembahasan dan evaluasi lebih lanjut untuk menentukan langkah berikutnya bagi kuota manajer yang kosong setelah proses konfirmasi ini berakhir.

Di media sosial beragam tanggapan terkait calon manajer kopdes yang mengundurkan diri, padahal mereka sudah mengikuti pendidikan dasar militer dll yang menghabiskan anggaran total triliunan.

Makanya netizen menyebut yang mengundurkan diri itu buang-buang anggaran.

Ehhh ada yang nyolot “yang buang-buang anggaran siapa?”.

Langsung dapat balasan 🔥🔥🔥🔥🔥🔥

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

7 komentar

  1. disuruh jadi manajer kopdes di atas gunung, di deket kuburan, terwo botol si af dran-drun juga kyk nya ogah…
    lebih milih jd tukang nyebokin disini..
    mayan dpt 5000/ komen 🤣🤣🤣