MBG hitungan labanya jelas, kroni berpesta, senang bersama

“Mens sana in corpore sano” — rakyat butuhnya A, Presiden programnya B. Alias jaka sembung bawa golok. gak nyambung g*bl*k.

LAGI HEBOH…. Sekitar 11 juta peserta penerima bantuan iuran atau PBI program Jaminan Kesehatan Nasional dinonaktifkan. Hal itu setidaknya berdampak pada lebih dari 100 pasien cuci darah yang selama ini mendapatkan layanan rutin.

Penonaktifan tersebut sangat disesalkan karena tidak ada pemberitahuan sebelumnya. Pasien yang mestinya mendapat pelayanan menjadi terganggu bahkan kehilangan akses pengobatan secara mendadak.

Ketua Umum Komunitas Pasien Cuci Darah Indonesia (KPCDI) Tony Richard Samosir saat dihubungi di Jakarta, Kamis (5/2/2026) menuturkan, setidaknya lebih dari 100 pasien cuci darah telah melaporkan kepesertaannya sebagai peserta PBI dalam program JKN dinonaktifkan. Penonaktifan tersebut tanpa pemberitahuan sebelumnya. Hal itu menunjukkan karut marutnya sistem verifikasi data kepesertaan program JKN.

DUIT 335 TRILIUN SETAHUN ITU BUANYAAAAKKK… BISA MEN-COVER BERBAGAI KEBUTUHAN RAKYAT YANG MENDESAK…. TAPI HABIS JADI TAI.

“Kalau negara bisa memberikan makan siang gratis kepada semua anak sekolah dengan tidak memandang Desil (kondisi ekonomi) keluarganya. Mengapa negara tidak bisa menjamin layanan kesehatan yg menjadi kewajiban konstitusional negara?

Untuk 100 juta penduduk hanya perlu 50,5 T/tahun dengan standar PBI,” ujar Gilang Mahesa @giIangmahesa.

KENAPA BUKAN ITU YANG DILAKUKAN PEMERINTAH?

Karena “MBG hitungan labanya jelas, meski dampaknya gag jelas, kroni berpesta, senang bersama,” ujar netizen X @MicksMarzuq.

Komentar