MALING MOTOR TEWAS, Polisi Tangkap 8 Pelaku Aksi Main Hakim Sendiri

KENAPA MASYARAKAT MAIN HAKIM SENDIRI?

Saya sepakat, masyarakat tidak boleh main hakim sendiri terhadap terduga pelaku kejahatan.
Apalagi sampai mengakibatkan kematian.

Kalau sampai aksi main hakim sendiri kita normalisasi, hukum kita bakal kacau balau.

Bukan sekali-dua kali juga terjadi kesalahan pahaman. Misalnya orang diteriaki maling, digebuki dan tewas. Ternyata bukan maling….

Siapa yang bertanggung jawab?

Masalahnya kenapa sering terjadi aksi main hakim sendiri? Ya, karena masyarakat tidak percaya dengan penegakan hukum di Negeri ini.

Bukan rahasia juga, seringkali kita kemalingan, tapi tidak ada tindak lanjutnya. “Percuma Lapor Polisi” adalah istilah yang umum ditengah masyarakat kita.

Bahkan ada istilah, kalau hilang satu Kambing, Lapor Polisi jadinya “hilang satu sapi”.

Jadi kalau mau masyarakat taat hukum, Para Penegak hukum harus profesional. Jangan sampai seperti cerita Pak Kapolres yang kehilangan sepeda. Dia melaporkan kehilangan, eh sama yang menerima laporan pertanyaan pertamanya “emang berapa harga sepedanya?”

Atau yang viral kemarin. Ada korban kemalingan motor, malingnya ditangkap, eh sama petugas piket malah dianjurkan agar kasus jangan diteruskan.

Alasannya nanti motor akan ditahan sementara sampai sidang pengadilan. Aneh. Berarti, Malingnya mau dibiarkan aja?

Kedepan Polisi harus lebih profesional. Minimal sedikit berguna dan bermanfaatlah buat masyarakat.

Jujur saja, menurut saya, kalau ditanya mayoritas rakyat kita. Saya yakin 90 persen menganggap Polisi tidak berguna sama sekali dikehidupan mereka.

Masyarakat bukannya merasa aman kalau ketemu Polisi. Malah ketakutan dan merasa jadi tidak aman.

Ya, karena memang tidak bergunakan?

(Azwar Siregar)

Komentar