Anak muda satu ini (kalau konsisten tidak masuk angin) sepertinya bakal menjadi salah satu “momok” Prabowo.
Keberaniannya menjadi barang langka di era kini….
Dia mengkritik keras program unggulan Sang Jenderal Presiden.
Ketua BEM Universitas Gadjah Mada, Tiyo Ardianto, dalam orasinya saat demo di Bundaran UGM, Jumat (13/2/2026), melontarkan kritik keras terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG). Videonya viral di media sosial.
Dalam pernyataannya, ia secara langsung menyebut nama Prabowo Subianto dan menyebut program tersebut sebagai “Maling Berkedok Gizi”.
Mahasiswa jurusan filsafat ini juga memakai kaos bertuliskan sangat gamblang “MALING BERKEDOK GIZI” dengan huruf MBG merah.
Dalam pidatonya, ia mempertanyakan urgensi program MBG yang menargetkan 82 juta anak Indonesia. Ia mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menyebut angka kemiskinan kurang dari 10 persen. Menurutnya, jika menggunakan logika tersebut, seharusnya penerima MBG tidak mencakup seluruh anak, melainkan hanya sekitar 9 persen.
Ia kemudian menuding program tersebut sebagai proyek. Dalam pernyataannya, ia menyebut satu pemilik SPPG atau yayasan bisa memperoleh pendapatan sekitar Rp100 juta hingga Rp125 juta per bulan. Ia juga menyatakan bahwa kepemilikan SPPG disebut bukan melalui mekanisme demokratis, melainkan pihak yang dekat yang mendapatkannya.
Selain itu, dalam pidato tersebut ia menyinggung kondisi sosial dengan menyebut adanya seorang anak di NTT yang disebut mengakhiri hidup karena uang Rp10.000. Ia lalu menyebut rezim saat ini sebagai zalim, bahkan membandingkannya dengan tokoh-tokoh seperti Firaun dan Namrud.
Di akhir pidatonya, ia kembali menegaskan kritiknya dengan menyebut program MBG bukan sebagai makan bergizi gratis, melainkan “Maling Berkedok Gizi”.
[VIDEO]







Saya takutnya cuma satu, orang kritis begini tahu2 nanti ilang tanpa jejak, kalopun mayatnya ketemu divonis kecelakaan tunggal … yg lg berkuasa skrg sdh dikenal sbg penculik & dia sendiri sdh mengakuinya …