Mahasiswi Sumbar, Syekh Al-Azhar, dan Sebuah Kaligrafi Yang Menggetarkan

Yelli Putriani, Lc. adalah mahasiswi fresh graduate (lulusan baru) Universitas Al-Azhar asal Sumatra Barat, yang beberapa hari lalu dalam pidato seremoni wisudanya (mewakili seluruh wisudawan) meyampaikan ucapan terimakasih kepada Al-Azhar dan apresiasinya terhadap Mesir, yang kemudian video orasinya itu menyita perhatian seluruh media-media di Mesir, menjadi trending di X, dan viral di semua medsos.

Ustadzah Yelli pun diwawancarai media-media Mesir, bertemu dengan para pejabat Al-Azhar, dan menyampaikan harapannya untuk bisa bertemu Grand Syekh Al-Azhar, Syekh Ahmad Thayeb –hafizhahullah.

Alhamdulillah keinginan tersebut telah terkabul, Ustadzah Yelli diundang langsung ke Masyikhah Al-Azhar (kantor Grand Syekh Al-Azhar), dan bertemu langsung dengan Imam Al-Akbar.

Tapi dari semua itu, ada satu hal yang menarik perhatian saya.. Dalam foto ini, di Kantor Grand Syekh, ada sebuah kaligrafi dalam pigura yang terpajang di belakang meja Grand Syekh Al-Azhar, yaitu sebuah Hadis Sahih Muslim yang berbunyi:

اللهُمَّ مَنْ ولِي من أمْرِ أُمَّتِي شيئًا فَشَقَّ عليهم فاشْقُقْ علَيهِ ، ومَنْ ولِيَ من أمرِ أُمَّتِي شيئًا فَرَفَقَ بِهمْ فارْفُقْ بِهِ

“Ya Allah, siapa saja yang diberi amanah mengurusi suatu urusan umatku lalu ia mempersulit mereka, maka persulitlah dia. Dan siapa saja yang diberi amanah mengurusi suatu urusan umatku lalu ia bersikap lembut kepada mereka, maka berlembutlah pula kepadanya.”

Bayangkan.. Dari sekian banyak cinderamata dan atau hiasan yang mungkin diberikan para tamu² penting dari berbagai penjuru dunia yang berkunjung ke Masyikhah, dan dari sekian ribu Hadis Nabi yang ada, tetapi beliau memilih Hadis di atas untuk ditempelkan di kantor beliau.

Tentu ini bukan kebetulan, dan tentu ini memberi pesan jelas kepada semua orang yang diberi amanat, diberi jabatan, diberi kekuasaan, diberi otoritas, diberi kursi, diberi wewenang, agar mereka semua MEMUDAHKAN URUSAN UMAT NABI MUHAMMAD.

Hadis di atas sebenarnya “mengerikan”, karena itu doa Nabi sendiri yang maqbul dan mustajab, beliau yang berdoa dan memberikan peringatan bagi siapa pun yang coba-coba mempersusah urusan umat Nabi Muhammad SAW, maka dia akan terancam masuk ke dalam doa ini, yaitu akan dipersusah langsung oleh Allah SWT.

Namun doa Nabi ini juga berlaku bagi mereka yang memudahkan urusan umat Rasulullah SAW, berlemahlembut terhadap mereka, bersikap fleksibel, menyederhanakan masalah, dan membantu menyelesaikan urusan mereka, maka para pemimpin yang seperti itu juga didoakan oleh Nabi SAW agar mendapatkan kemudahan, pertolongan dan kelembutan dari Allah SWT.

Syekh Ahmad Thayeb sendiri, selama beliau memegang amanah sebagai Grand Syekh Al-Azhar, entah sudah berapa ribu kebijakan beliau yang mempermudah urusan umat Nabi Muhammad, sudah berapa ribu atau bahkan juta orang yang merasakan dampak manfaatnya. Tidak hanya sebatas meningkatkan beasiswa dan fasilitas kepada para pelajar dan Mahasiswa di lingkungan Al-Azhar, tetapi juga inisiatif-inisiatif beliau dalam kancah Arab, Dunia Islam, keilmuan, pendidikan, kemanusiaan, dan yang lainnya, mulai yang terkecil di tingkat kampung hingga yang terbesar di tingkat internasional.

Semoga Allah senantia menjaga Al-Azhar, Syekh Al-Azhar, para Ulama Al-Azhar, dan seluruh pelajar, mahasiswa hingga para pekerjanya, agar mereka senantiasa mendapat taufik dalam menjaga Risalah Islam dan memberikan Khidmah untuk kebaikan Umat Rasulullah SAW di dunia dan akhirat.

Amin. 🤲🏼

(Yusuf Al-Amien)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *