Kok bisa ya ada orang tersinggung dengan kalimat “Turunkan biaya hidup”?

Kok bisa ya ada orang tersinggung dengan kalimat “Turunkan biaya hidup”?

ini namanya Sentimen Defensif Pendukung Pemerintah (Fanatisme Politik)

Kalimat “Turunkan Biaya Hidup” sering kali dipandang sebagai kritik langsung terhadap kinerja pemerintah atau rezim yang sedang berjalan.

Bagi pendukung fanatik atau kelompok pro-pemerintah, kritik semacam ini sering kali langsung dianggap sebagai serangan politik atau narasi “oposisi” untuk menjatuhkan citra pemimpin mereka.

Akibatnya, muncul respons defensif otomatis yang berusaha membelokkan kesalahan dari sistem/regulator kembali ke individu masyarakat.

Dalam klarifikasinya si influencer yang konon akhirnya tutup akun dan dipecat ini dia mengatakan kalau postingannya itu dibuat saat dia lagi emosi karena “presiden dicaci maki”.

KO BISA DIA EMOSI ADA ORG CACI MAKI PRESIDEN???

HARUSNYA DIA EMOSI KARNA PRESIDEN GA NGAPA-NGAPAIN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

7 komentar

  1. Termasuk yg betah di sini yg suka oposan oposin foma fomo bahasanya sok cerdas sok keren padahal IQ jongkok, kadang nyamar sok Islami aslinya kafir rasis dran drun.