Ketua BEM UGM: Rp335 Triliun itu Bukan “Makan Bergizi Gratis” tapi “Maling Berkedok Gizi”

Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (BEM UGM), Tiyo Ardianto, mengkritik anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebesar Rp335 triliun yang dinilai tidak tepat sasaran.

“Rp335 triliun itu bukan ‘Makan Bergizi Gratis’ tapi ‘Maling Berkedok Gizi’,” kata Tiyo dalam orasinya saat demo di Bundaran UGM, Jumat (13/2/2026).

Kritik itu disampaikan setelah BEM UGM menyoroti kasus seorang anak di Ngada, Nusa Tenggara Timur, yang diduga bunuh diri karena tidak mampu membeli alat tulis sekolah.

Menurut Tiyo, kondisi tersebut menunjukkan ironi karena masih ada anak yang kesulitan memenuhi kebutuhan pendidikan dasar, sementara pemerintah mengalokasikan anggaran besar untuk program MBG.

Ia menilai prioritas pemerintah belum berpihak pada kesejahteraan masyarakat, khususnya di sektor pendidikan dan kesehatan.

“Pemerintah masih kalau bahasa Qur’an-nya itu Summun bukmun ‘umyun fahum laa yarji’uun. Jadi udah buta, tuli, bisu, dan enggak mau berpikir,” ujarnya.

Kritik itu sebelumnya juga disampaikan melalui surat terbuka BEM UGM kepada UNICEF pada 6 Februari 2026. Surat tersebut meminta perhatian dunia internasional terhadap kondisi anak-anak di Indonesia. Tiyo mengatakan pihaknya berharap ada respons atas surat tersebut, dan memastikan pesan mereka telah diteruskan hingga ke pimpinan lembaga tersebut.

Usai menyampaikan kritik, Tiyo mengaku menerima teror berupa pesan teks dan telepon dari pihak tidak dikenal. Meski demikian, ia menegaskan tidak menganggap teror tersebut sebagai ancaman serius dan tetap akan menyuarakan kritik terkait kebijakan pemerintah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 komentar