
Hasil temuan yang dilakukan investigator Project Multatuli terkait pengadaan motor listrik MBG:
Satu hal yang bisa diverifikasi terkait sepeda motor baru adalah BGN menganggarkan Rp1,2 triliun untuk membeli sepeda motor listrik pada tahun anggaran 2025.
Saya mengunduh data pengadaan barang dan jasa BGN tahun 2025 yang dipublikasi LKPP. Dari data itu ada anggaran pembelian sepeda motor listrik yang nilainya Rp1,2 triliun, belum termasuk ongkos kirim.
Dari penelusuran itu, BGN membeli sepeda motor listrik melalui e-Katalog 6.0 yang disediakan perusahaan Yasa Artha Trimanunggal. Dari laman pengadaan, perusahaan menjual dua jenis sepeda motor bermerek Emmo Mobility. Seri JVH Max seharga Rp49.950.000, dan JVH GT seharga Rp48.840.000. Perusahaan ini juga menyediakan layanan pengiriman sepeda motor ke berbagai daerah.


Dalam website Emmo Mobility, perusahaan baru mengunggah brosur kedua motor itu pada 18 Februari 2026. Dalam profil di laman website, sejarah perusahaan ini baru didirikan pada 2025 dan mengklaim sudah membangun 50 dealer resmi di berbagai kota di Indonesia.
Namun, dari penelusuran di Google Maps, tidak satu pun menunjukan ada dealer Emmo Mobility. Alamat perusahaan yang tercantum dalam website merujuk sebuah kantor perusahaan motor listrik lain, yakni PT Kaisar Motorindo Industri.
Penelusuran lain menunjukan hak paten desain industri motor ini baru didaftarkan pada 17 Oktober 2025, sementara proses pembelian motor diperkirakan sudah selesai dilakukan pada 14 Oktober 2025 (sebagaimana bisa dibaca dari kode ’01K7H947T92XHCTQ270JBQYKZ6′ dalam dokumen LKPP).
BACA SELENGKAPNYA:
https://projectmultatuli.org/proyek-mbg-potensi-markup-belanja-bgn-dan-overclaim-kesuksesan-rezim







pokak …
KPK ayo bergerak…