Gebrakan Kapolri baru, Jenderal Suyudi Ario Seto, melakukan mutasi besar-besaran di institusi kepolisian, selain mendapatkan respon positif dari publik, juga memunculkan berbagai pertanyaan dan spekulasi. Situasi apakah yang sedang terjadi sebenarnya?
Sebab, kurang dari 24 jam setelah dilantik Presiden Prabowo, hampir semua sudah berganti posisi. Agaknya, Kapolri Suyudi Ario Seto sudah menyiapkan semuanya sebelum dilantik, setelah mendapat kepercayaan dari Presiden Prabowo.
Proses yang terlihat di publik begitu cepat, tapi proses yang tidak terlihat di publik mungkin sudah berlangsung lama. Dikirim nama ke DPR Komisi III, Komisi III langsung fit and proper test, langsung pula dibawa ke paripurna dan disahkan, dan siangnya sudah dilantik oleh Presiden Prabowo.
Proses yang biasanya berjalan paling cepat sepekan, berubah hanya dalam waktu setengah hari. Pun demikian mutasi besar-besaran yang dilakukan Kapolri Suyudi Ario Seto. Kurang dari 24 jam, wajah-wajah baru petinggi Polri bermunculan. Bahkan, ada yang baru 3 bulan di posisinya, langsung angkat koper, pindah lagi ke tempat baru.
Pengamat Kepolisian Bambang Rukminto mengatakan bahwa memang tidak ada catatan khusus (sumbang) terhadap Kapolri Suyudi Ario Seto sebelum dilantik. Mungkin karena itulah DPR juga tidak sulit melakukan fit and proper test.
Selama menjabat Kapolda Banten, dalam tulisan Dahlan Iskan, juga banyak yang positif. Program Jumat Keliling (Jumling) dan pembinaan premanisme dilakukan oleh Suyudi Ario Seto. Ia juga terkenal sebagai petinggi Polri yang merakyat dan bersahaja.
Kapolda Metro Jaya termasuk yang diganti dari Komjen Pol Asep Edi Suheri diganti Irjen Pol. Dadang Hartanto. Sedangkan Komjen Pol Asep Edi Suheri menjabat sebagai Irwasum Polri. Ini juga dikaitkan dengan situasi keamanan ibukota pasca putusan MK terkait ijazah Wapres Gibran, Senin/Selasa, 5-6 Oktober besok.
Panas lima tahun hilang hanya oleh hujan sehari. Semoga saja demikian.
(ERIZAL)








kritikus wowo malu atau gengsi untuk mengakui ini
mereka senang jika kapolri tetep listyo agar bisa tetap tantrum ga jelas
trus kalo kapolri sdh diganti masyarakat jadi diem manggut² gitu meski presidenya tetep bebel?
bloon amat lu
anda bilang wowo bebal. tp apakah anda atau para oposan fomo ini ga ngaca bahwa jgn2 kalian yg bebal
akal bisa berfikir jernih karena tertutup kebencian, atau emang fomo aja mengikuti trend medsos
yaa silahkan saja anda melanjutkan untuk tantrum ga jelas, itu hak anda
fomo2x lagi,ke laot azalah kau
baguslah, biar lancar prosesnya