Berarti, kabar Waketum Golkar Ahmad Doli Kurnia ‘ditegur’ Ketua Umum Golkar, Bahlil Lahadalia, tidak benar. Sebab, bukannya berhenti, Doli malah terlihat makin menjadi-jadi dan tidak ada sinyal akan berhenti terkait kasus ijazah Gibran yang sudah diputus MK.
Kemarin, Doli sampai mengumpulkan mantan anggota Komisi II DPR 2019-2024. Istilahnya, reunian. Mereka saling tukar informasi terkait “pasal selundupan” PKPU Nomor 19/2023 Pasal 18 ayat 3 yang meloloskan Gibran.
Ada yang masih duduk sebagai anggota DPR seperti Doli dan Mardali dari PKS. Ada yang juga tidak seperti Guspardi Gaus dari PAN. Tapi hampir semua Fraksi hadir dalam pertemuan reunian itu.
Semuanya sepakat bahwa PKPU Nomor 19/2023 khusus Pasal 18 ayat 3 itu memang tidak pernah dibahas. Artinya, istilah “pasal selundupan” seperti dikatakan Denny Indrayana ada benarnya juga.
Ada tanda tangan Ahmad Doli Kurnia sebagai Ketua Komisi II waktu itu bukan bukti bahwa Pasal 18 ayat 3 itu tidak diselundupkan. Tidak ada dibahas, tapi ada tanda tangan justru itu bukti adanya permainan.
DKPP (Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilihan Umum) akan menyidangkan kasus ini, karena sudah ada 5 laporan yang menyeret para komisioner KPU. Ahmad Doli Kurnia siap hadir dan buka-bukaan di DKPP, kalau dihadirkan. Bahkan, Doli sudah siap sejak persidangan MK digelar.
Tapi, sayangnya, Hasyim Asy’ari sudah dipecat dari KPU. Artinya, sidang DKPP tak akan berpengaruh bagi dirinya. Dihadirkan pun mungkin tidak. Bagi anggota KPU saat ini bisa jadi sangat berpengaruh.
Artinya, Ahmad Doli Kurnia masih akan tampil menjelaskan terkait PKPU Nomor 19/2023 Pasal 18 ayat 3, yang secara tegas dikatakannya tidak pernah dibahas di Komisi II DPR alias memang pasal selundupan.
Kalau tidak dihentikan Bahlil Lahadalia, berarti Partai Golkar setuju putusan MK Nomor 1/2026 ini terkait pertimbangannya tak ditemukan ijazah SMA Wapres Gibran dan pasal selundupan ini, diteruskan pada level Hak Angket DPR atau Menyatakan Pendapat. (ERIZAL)








Ray Rangkuti Sebut 60 Persen Parpol Setuju Hak Angket, Tinggal Tunggu Sinyal Istana
https://fajar.co.id/2026/10/19/ray-rangkuti-sebut-60-persen-parpol-setuju-hak-angket-tinggal-tunggu-sinyal-istana/
kapal mulai karam , tikus2 mulai berloncatan ke kapal yg masih ngapung. selamatkan diri masing2. bye..bye..jokowiee
kowi bakal jadi paria menyusul si aibon sebab pengkhianatan mereka
wkwkwkwk si ANONim (Akal Nol, Otak miNim) ANJING KURAP PENJILAT TerMul dan TerWo BabRun JANCUK PKI yang HOBI DOSA dan KEMAKSIATAN masih juga menunjukkan keGOBLOKANnya.
Lu rupanya memang SUDAH TAKDIR ya sejak dalam kandungan dalam keadaan GUOBLOKKKK⁉️
Ngoahahaha…🤣😜😂😝
SI food estate singkong atau si embege beracun atau si kopdes mangkrak ga lu sebut tong.
saya mengajak termul dan kadrun untuk menuju kebenaran, tinggalkan sekte kebencian kalian itu, berhenti memprovokasi rakyat benci pemerintah kalau merasa beriman
sebagus apa sih pemerintah liat noh ihsg hancur lebur rupiah anjllok keracunan massal mbg , terwo guoblok wkwkw🤣🫵
Hadits mana yang mewajibkan umat beriman mencintai kemungkaran pemerintah zolim tong.
ngomong apa sih lu⁉️
Lu mau jadi setan bisu yg terus membiarkan terjadinya kezaliman atas rakyat⁉️ 🤣
Bahlul cuma cari aman demi kepentingan dan kelangsungan urusan mafia tambangnya.
nthony Budiawan Peringatkan Rupiah Bisa Tembus Rp22 Ribu per Dolar AS, Ini Pemicunya
https://fajar.co.id/2026/10/19/anthony-budiawan-peringatkan-rupiah-bisa-tembus-rp22-ribu-per-dolar-as-ini-pemicunya/