Kalian berharap Indonesia ini membaik?
Maka mulailah dengan memperbaiki syarat seleksi menjadi pejabat-pejabat.
1. Wajib minimal S1 di kampus/fakultas akreditasi A
Tidak ada tawar menawar. Mau capres, cawapres, anggota DPR, DPRD, Bupati, Gubernur, Walikota.
Tapi tapi bagaimana dengan calon yang betulan bagus, tapi tidak lulus SMA? Simpel, suruh dia ikut ujian persamaan, lantas kuliah. Mau jadi pejabat kan? Sekolah dulu. Kalau dia betulan berkualitas, 5 tahun beres, bisa ikut periode berikutnya. Tidak dilarang kok, tapi disuruh sekolah dulu.
2. Wajib test
Ayolah, itu CPNS untuk posisi rendah saja ada test-test TWK (Tes Wawasan Kebangsaan), TIU (Tes Intelegensia Umum), TKP (Tes Karakteristik Pribadi).
Maka pejabat-pejabat ini wajib ikut test dulu semua. Ada passing grade minimalnya.
Jika dia tidak lulus, mau dia anak presiden kek, mau dia yang punya partai kek, namanya TIDAK bisa dicantumkan di kertas suara.
Ratusan ribu di test serempak sebelum nyaleg, nyapres, nyagub, dll. Lulus? Bisa masuk namanya di kertas suara.
Deal?
Jangan malah sebaliknya. Ini tuh kocak banget loh. Lulusan-lulusan kampus top eropa sana, S2, S3, pulang-pulang hanya untuk jadi bawahannya politisi yang bahkan 2/3 dikurangi 4/7 saja belepotan jawabannya. Yang bahkan sekolah dan ijasahnya mbuh dimana.
Kompetensi dasar itu penting sekali. Kita nyari pejabat-pejabat terbaik bukan? Maka, pastikan yang di kertas suara itu bukan orang yang sekolah saja, lulusnya telat setahun gara-gara bikin masalah. Apalagi yang blas sama sekali tidak jelas sekolah di mana.
(Tere Liye)








liat congornya sibeler nista mual banget tak ada bocah tengil sehina ini dikonoja selain babi beler lbih hina dari anjing kurap bahkan pelacur tampak lebih mulia
Gerombolan ANJING-ANJING KURAP PENJILAT TerMul dan TerWo BabRun JANCUK PKI kompak berkata: “emangnya Tere Liye itu siapa sih kok mau ngatur² junjungan sekaligus sesembahan kami⁉️ Kami aja gerombolan TerMul dan TerWo banyak gak sekolah, ada yg sekolah kebanyakan lulusan SD sampe SMA. Itu pun sekolah asal²an aja karena kami semua miskin gak ada biaya. Bagi kami hidup seperti di jaman kepemimpinan Jokodok plonga plongo raja ngibul Mulyono dan Mbah GendruWO Wowo aNTEK asing Gemoy omon omon itu sudah SUPER ENAK. Karena kami diberi BLT, subsidi, MBG dan kemudahan lain tanpa harus kerja keras. Bahkan kami NYARIS dibukakan rekening bank yg akan diisi Rp50.000. Tapi smua GAGAL gara-gara kadrun terus BERISIK mengusik kebijakan Junjungan kami. Intinya jangan sampai dari kelompok kadrun yang memimpin negeri ini, titik‼️
Netizen Cerdas: “Ooo alaahhh…dasar gerombolan miskin. Miskin akhlak, miskin otak, miskin segalanya‼️
Ngoahahaha…🤣😝😂😜
setuju banget klo ini mah