Melihat aktor Josh Hartnett kembali muncul di layar lewat film terbarunya Verity (2026), membuat saya bertanya-tanya apa yang telah dia lakukan selama bertahun-tahun ini. Lalu saya menemukan komentar-komentarnya tentang Palestina dari tahun 2001 (era puncak Hartnett) dan terkejut dengan betapa lantangnya dia menyuarakan pendapat. Saya penasaran apakah dia pernah di-cancel.
Aktor Josh Hartnett kembali menjadi perbincangan hangat setelah komentar lamanya dari tahun 2001 mengenai konflik Palestina dan Timur Tengah kembali viral di media sosial. Diskusi publik ini mencuat di tengah kembalinya sang aktor ke industri perfilman Hollywood utama, seperti perannya dalam film Verity.
Detail Komentar Tahun 2001
Pada tahun 2001—yang merupakan era puncak ketenaran awal kariernya melalui film Pearl Harbor dan Black Hawk Down—Hartnett memberikan pernyataan yang dicatat oleh Golden Globes.
Dalam wawancara tersebut, ia mengungkapkan perspektifnya mengenai konflik Israel Palestina.
Hartnett mengungkapkan kekhawatirannya mengenai konflik yang terus berlanjut di Palestina dan menutup pernyataannya dengan seruan untuk mencari solusi damai bagi konflik-konflik lain di seluruh dunia:
“Kita tentu tidak ingin hal ini berubah menjadi perang melawan Islam, namun jika situasi di Jalur Gaza dan Tepi Barat terus memanas, hal itu sangat mungkin terjadi. Jika kita mendukung Israel secara berlebihan—terutama ketika mereka tidak sekadar memburu teroris melainkan berupaya melenyapkan bangsa Palestina—maka konflik ini akan berubah menjadi perang antara ‘kita’ melawan ‘mereka’. Situasi ini bisa saja memicu Perang Dunia Ketiga, dan tak seorang pun menginginkan hal itu terjadi; saya sendiri tidak meyakini jalan itu. Orang-orang sudah cukup cerdas dan kita semua kini terlalu saling terhubung untuk menjadikan hal itu sebagai fokus kita, karena saling membunuh tidak akan menyelesaikan masalah apa pun. Kita tidak bisa begitu saja menutup mata terhadap segala peristiwa yang sedang terjadi, ataupun melabeli satu belahan dunia sebagai pihak yang jahat dan belahan lainnya sebagai pihak yang baik, karena pada akhirnya kita hanya akan menghancurkan diri kita sendiri; jadi, kita harus mencari semacam solusi damai. Maksud saya, kita ini orang-orang yang cerdas dan berakal budi, maka kita harus mewujudkan hal itu.”
link: https://goldenglobes.com/articles/josh-hartnett-2001-on-war-out-of-the-archives/
Reaksi Publik Saat Ini
Kembalinya komentar tersebut memicu beragam spekulasi dari para penggemar dan netizen. Beberapa pihak berspekulasi apakah sikap politiknya yang vokal di usia muda (23 tahun kala itu) menjadi salah satu alasan mengapa ia sempat jarang terlihat dalam produksi film-film besar Hollywood.







