Aries Sutio Luthfil Hadi (30 tahun), seorang relawan dari Masyarakat Peduli Api (MPA), gugur dalam tugas kemanusiaan saat memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kecamatan Kotawaringin Lama, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah.
Dia meninggalkan seorang istri, Wasilah, dan seorang putri.
“Jangan sampai ada lagi korban dari kebakaran hutan ini,” kata Wasilah sambil menangis.
Berikut adalah detail mengenai kronologi peristiwa tersebut:
- Penyebab Gugur: Almarhum menerobos kepulan asap pekat demi memadamkan kobaran api di arah Jalan Pangkalan Bun – Kotawaringin Lama KM 19. Akibat terpapar asap yang sangat tebal, ia mengalami gagal napas dan pingsan di lokasi kejadian.
- Penanganan Medis: Rekan-rekan sesama petugas sempat mengevakuasi dan melarikan almarhum ke rumah sakit.
- Meninggal: Beliau mengembuskan napas terakhirnya pada Kamis sore, 10 September 2026 di Unit Gawat Darurat (UGD) RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun.
- Sosok Almarhum: Sebelum berpulang, Aries dikenal sebagai sosok yang sangat aktif memberikan edukasi kepada masyarakat sekitar mengenai pentingnya menjaga kelestarian alam serta mencegah terjadinya karhutla.
Tragedi ini menjadi pengingat keras akan besarnya risiko serta pengorbanan yang dihadapi oleh para relawan di garis depan demi melindungi lingkungan hidup dan masyarakat dari bahaya kabut asap.








termul/ terwo si af dran-drun: sdh takdir
Mbah GendruWo Wowo Antek asing Gemoy omon omon: “nye…nye…nye…, ndak mu‼️
ANONim (Akal Nol, Otak miNim) MUNAFIK ANJING KURAP PENJILAT TerMul dan TerWo beserta gerombolannya: “woiii…itu TAKDIR drun, gak usah dibesarkan²kan. Apalagi disangkutkan dg junjungan sekaligus BERHALA SESEMBAHAN kami, paham drun⁉️
Netizen cerdas: “nggak junjungan…ngak anak buahnya kelakuannya sama. Gak punya empati, gak ada akhlak, gak ada Otak, gak ada Akal semuanya ‼️