Aktivis kemanusian asal Indonesia yang saat ini tinggal di Suriah, Abu Ukasyah, baru saja memposting di akun fbnya pagi ini:
“Kondisi politik mulai memanas antara suriah dan isrwel.
Saya tidak berharap perang terjadi dalam waktu dekat..
07okt (Gaza) yang disini (pejuang Suriah) cuma menjadi penonton yang hanya bisa bantu dengan doa (untuk Gaza)…
Nanti tiba saatnya yang disini (pejuang Suriah) menjadi pemain inti (melawan israel)…
saat itu tiba..jangan pikir jalur masuk kesini terbuka.. yang ada akan tertutup…sama seperti ketika suriah belum pembebasan..”
Kondisi memanas antara Suriah dan Israel memuncak di sidang umum PBB. Sehari sebelumnya Presiden Suriah Ahmad Al-Sharaa pidato di PBB menegaskan wilayah dataran tinggi Golan adalah wilayah sah Suriah sebagaimana diakui internasional. Setelah itu, besoknya Netanyahu pidato di PBB mengklaim dataran tinggi Golan adalah hak orang Yahudi yang telah tinggal disitu 3000 tahun lalu sebagaimana tercantum di Torah.
Joe Kent, mantan Direktur Pusat Kontraterorisme Nasional Amerika Serikat, di akun X juga baru saja merespons situasi panas Israel dan Suriah ini.
Joe Kent mengatakan:
“Israel sedang menciptakan kondisi yang memicu kekacauan di Suriah, yang tak pelak lagi akan berujung pada bangkitnya kembali ISIS/Alqaeda.
Untuk mencegah hal ini, dan untuk menghentikan segala bentuk agresi Israel, AS harus menahan langkah Israel dengan cara menghentikan seluruh bantuan. Tindakan Israel jelas-jelas menyabotase kepentingan AS di kawasan tersebut, titik.
Jika Israel melancarkan serangan di Suriah, Ahmad Al-Sharaa akan dipaksa untuk memilih antara membalas—yang kemudian akan menjadikannya sasaran serangan Israel—atau (jika diam saja) akan menghadapi permusuhan dari basis pendukungnya di kalangan Sunni garis keras. Ini adalah situasi tanpa jalan keluar yang menguntungkan, baik bagi Sharaa maupun bagi kita.
Perlu saya tegaskan: saya tidak mendukung Sharaa, dan saya juga tidak senang melihatnya berkuasa—atau bahkan melihatnya berada di Gedung Putih. Namun, kitalah yang menempatkannya dalam kekuasaan dan melegitimasi kepresidenannya; kini kita harus menghadapi konsekuensinya serta menangani dampak buruknya jika situasi memburuk.
Jika Sharaa tewas atau posisinya diguncang secara militer, ISIS akan bangkit kembali dan AS akan terseret lagi ke dalam konflik Suriah.
Saya tetap menaruh kewaspadaan terhadap Sharaa mengingat rekam jejak masa lalunya. Akan tetapi, kekacauan yang akan timbul jika ia digulingkan jauh lebih berbahaya bagi kita saat ini dibandingkan jika ia tidak pernah ditempatkan dalam kekuasaan sejak awal.”








setanyahok sah2 aja bilang bibal bibel bebal tapi kita, pas bilang ini dalilnya dan dalilnya lebih ndalil dari bibal bibel bebal langsung diserang anying2 pendukung setanyahok, emang hipokrit dan pengecut
Ngalah dulu. Sabar jangan perang dulu