Serangan terbaru Iran hari ini terus meluas, sasaran kali ini mengenai beberapa wilayah, Bandara Ben Gurion, Tel Aviv, Dimona, Arad, Kiryat Gat, Haifa, Hadera, Bnei Brak, Nahariya, Galilea, Petah Tikva, dll. (video Aljazeera dibawah)
Lebih 6 lusin orang Israel jadi korban terbaru dalam serangan ini, ribuan orang Israel juga terlihat keluar ke jalan jalan menyelamatkan diri setelah gedung gedung dihantam balistik Iran dengan keras. Hari ini juga adalah hari mematikan lain bagi Israel.
Walikota Tel Aviv Ron Huldai misalanya mengatakan, bahwa secara khusus, kondisi Tel Aviv Sangat memprihatinkan, dengan kerusakan yang sangat parah dan korban jiwa yang tinggi.
Bukan hanya di Israel, hari ini, pangkalan pangkalan militer AS dan pusat pusat logistik, juga tempat tempat persembunyian tentara AS terus diburu oleh Iran dan proxi nya. Milisi pro Iran kembali menyerang pangkalan militer besar AS di Erbil, Irak.
Sebenarnya, pesan Iran dalam serangan serangan yang terus dilakukan tanpa henti ini adalah, bahwa pintu negosiasi yang sering dilontarkan Trump adalah bohong.
Iran sama sekali tidak terlibat dalam negosiasi apapun saat ini dengan pihak AS, baik langsung maupun tidak langsung, baik dengan Iran maupun lewat Negara Intermediaries.
Israel totally humiliated, sistem pertahanan udara Israel di lapangan benar benar sudah tidak bekerja maksimal lagi seperti sebelumnya. Dan balistik balistik Iran semakin mudah menembus sasaran dengan lebih mudah.
Jika kita menganalisa mengapa Trump sering bicara ke media bahwa seolah olah telah terjadi pembicaraan dan negosiasi dengan Iran. Ini sebenernya menjelaskan beda pendapat dia dengan Netanyahu dalam perang ini.
Netanyahu menginginkan perang terus berlanjut sampai Iran dikalahkan, sedangkan Trump memilih lebih realistis, bahwa Iran sangat sulit dikalahkan dan lebih baik memulai diplomasi.
Trump yang sering mengklaim diplomasi akan berlangsung dengan Iran, sebenarnya mengirim pesan ke Netanyahu agar jangan lagi terlalu ngotot opsi militer, karena memang fakta di lapangan Iran memukul dengan keras Israel dan AS.
Serangan intensif Iran ke Israel dan AS ingin memberikan pesan yang jelas, tidak ada negosiasi, dan perang tidak akan berhenti sampai musuh dikalahkan.
Mojtaba Khamenei masih bertekad full untuk melanjutkan perang dan tidak ada sinyal apapun negosiasi dengan AS, beberapa pihak perantara memang berupaya ingin menjadi mediator seperti Pakistan yang terbaru. Tapi Iran tidak menampakkan niat kearah sana sama sekali.
Mungkin Israel dan AS tidak pernah berpikir bahwa perang bisa sampai ke titik ini, perang yang mereka klaim diawal akan selesai dalam 3 atau 4 pekan, ini sudah berlangsung pekan ke 4 tapi dengan keadaan yang berbalik. Iran mendikte di lapangan dan AS juga Israel menerima hantaman balistik setiap saat.
Netanyahu juga mungkin tidak pernah berpikir bahwa Israel bisa dihancurkan seperti ini, dengan level kehancuran dan jumlah korban jiwa yang lebih parah ketimbang perang 12 hari tahun lalu.
Trump dan Netanyahu yang tadinya sangat meremehkan kekuatan Iran, saat ini Mungkin tidak pernah berpikir dengan keamanan balasan Iran yang mengubah arah perang.
Selat Hormuz yang masih juga tertutup dan dikuasai full oleh angkatan Laut Iran juga adalah pukulan lain yang diterima AS di lapangan. Tekanan pasar terhadap Trump terus meningkat seiring Selat Hormuz tidak juga bisa terbuka.
Apapun yang dikatakan Trump saat ini sama sekali tidak berdasarkan fakta lapangan, tapi lebih kepada halusinasi dan retorika kosong yang terus dia umbar ke media seolah AS dan Israel baik baik saja.
Sedangkan Iran lebih memilih bekerja di lapangan tanpa banyak retorika, balistik balistik Iran yang terus menghantam AS dan Israel tanpa henti adalah cara Iran menyampaikan pesan kepada Trump dan Netanyahu, bahwa pihak yang kebanyakan retorika adalah pihak yang sedang menutup malu dengan dengan retorika kosong nya.
(Tengku Zulkifli Usman)







Harap Maklum AS adalah pendiri NATO (NO ACTION, TALK ONLY), di konoha juga ada sedulur-sedulurnya, Jokibul Wi Tok de Tok dan Mr. Omon-Omon
hajar terus bro…💪💪