Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan tajam hingga 11% (menyentuh level sekitar 5.200) dan memicu pemberhentian perdagangan sementara (trading halt) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat 16 Oktober 2026.
Penyebab utama kepanikan pasar ini adalah pengumuman dari Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang mengusulkan dan membuka konsultasi untuk menurunkan status pasar saham Indonesia langsung dari Emerging Market ke Standalone Market.
Mengapa Disebut Mirip Krisis 1998 dan Apa Faktanya?
- Penurunan Harian: Kejatuhan harian ini menjadi salah satu yang terburuk sejak krisis keuangan 1998 (di mana IHSG pernah jatuh sekitar 12% pada Januari 1998).
- Reaksi Panik: Tekanan jual masif terjadi karena rencana MSCI berpotensi memaksa rebalancing dan membuat reksa dana pasif global melakukan outflow (penarikan dana asing) besar-besaran dari Indonesia.
- Perbedaan Fundamental dengan 1998: Meskipun secara psikologis dan angka kejatuhan harian tampak mirip, kondisi makroekonomi Indonesia saat ini sangat berbeda dibanding tahun 1998:
- Pertumbuhan Ekonomi: Saat krisis 1998 ekonomi mengalami kontraksi parah (-13,13%), sedangkan saat ini ekonomi masih tumbuh positif di kisaran 5%.
- Perbankan & NPL: Rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio / CAR) perbankan saat ini jauh lebih kuat (di atas 20%) dan rasio kredit macet (NPL) sangat rendah, berbeda jauh dengan krisis 1998 di mana banyak bank kolaps.
- Inflasi dan Suku Bunga: Inflasi dan suku bunga saat ini jauh lebih terkendali dibandingkan lonjakan hiperinflasi dan suku bunga mencekik pada 1998.








Mau 100 kali ganti Menkeu atau pakai 10 orang setara SM atau Purbaya sekaligus utk ngurusi keuangan negara jg nggak bakalan meroket itu pertumbuhan ekonomi dan segala turunannya (IHSG, nilai Rupiah, dll). IKAN ITU BUSUK DARI KEPALANYA. Dah gitu saja!
jangankan nurunin dollar seribu perak, turun seratus aja susah
Bagus lu mundur wo rakyat makin stress
ama lu
terbukti ucapan profesor Anies Rasyid Baswedan waktu debat capres, 11 dari 💯 wakakakakakaka 😛😛
waktu Krisis Keuangan 1998, kurs $ juga tinggi tapi gak separah skrg. hanya dalam tempo yang sesingkat singkatnya profesor Habibie sbg presiden mampu mendongkrak Rp. dan ekonomi kembali menggeliat. dengan kabinet yg ramping
IHSG Babak Belur, Anthony Budiawan: Pemerintah Sudah Diperingati Sejak Januari
https://fajar.co.id/2026/10/16/ihsg-babak-belur-anthony-budiawan-pemerintah-sudah-diperingati-sejak-januari/
Penurunan status memaksa dana indeks global menjual saham Indonesia. Penjualan ini akan memicu arus modal keluar secara besar²an dan menekan kurs rupiah
apa yg diharapkan dari rezim londo ireng sedari awal sudah bobrok