Ahmad Khozinudin bersama Tim Advokat Aliansi Rakyat Menggugat (ARM) telah resmi mengadukan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka ke Bareskrim Polri terkait dugaan pemalsuan Surat Keterangan (Suket) Penyetaraan Pendidikan yang digunakan sebagai syarat pencalonan pada Pilpres 2024. Laporan awal diserahkan pada Oktober 2026 dan diterima oleh pihak kepolisian dalam bentuk Pengaduan Masyarakat (Dumas).
Berikut adalah poin-poin penting terkait perkembangan laporan tersebut:
- Tuntutan Pemeriksaan Baru: Pada tanggal 19 Oktober 2026, Ahmad Khozinudin kembali mendatangi Bareskrim Polri untuk menyerahkan permohonan tindak lanjut. Ia mendesak polisi agar segera memeriksa Gibran Rakabuming Raka serta Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, guna menelusuri dokumen asli yang menjadi dasar penerbitan Suket oleh Kemendikbud pada tahun 2019.
- Objek Laporan: Dokumen yang dipermasalahkan adalah Suket Nomor 9149 yang diterbitkan tanggal 6 Agustus 2019. Pelapor menduga bahwa Gibran sebenarnya tidak memiliki dokumen asal yang sah untuk disetarakan dengan pendidikan setingkat SMA.
- Bukti Tambahan: Pihak pelapor turut membawa salinan Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 01/PHPU.PRES-XXIV/2026 untuk memperkuat dugaan adanya unsur tindak pidana pemalsuan dokumen.
Hari ini akan dilakukan Gelar Perkara Kasus Suket Gibran
- Hari/Tanggal: Rabu, 21 Oktober 2026
- Pukul: 09.30 WIB
- Tempat: Bareskrim Mabes Polri
- Pihak Terkait / TTD: Ahmad Khozinudin, S.H. (Tim Advokasi Penegak Etika, Moral & Integritas Bangsa), Ust Eka Jaya (Ketum Ormas Pejabat), dan Menuk Wulandari (Presidium ARM).
Advokat senior dan dosen pidana fakultas hukum UNISSULA (Universitas Islam Sultan Agung Semarang) Dr. Muhammad Taufik, SH, MH, juga telah berkenan menyampaikan legal opini untuk menindaklanjuti laporan SUKET Gibran di BARESKRIM Polri.








ALLAHU AKBAR WALILLAHILHAMD…. SEMOGA ALLAH HANCURKAN KONOHA ANTI ISLAM… AAMIIN..
Jokowi dan keluarganya sangat sakti hampir semua aparat hukum tunduk dan patuh padanya. kasus ijazah yg sebetulnya sangat sederhana saja bisa dipermainkan sampai bertahun-tahun, bahkan sudah ada yg dipenjara. tapi kembali kepada filsafat Jawa, Gusti Alloh Mboten Sare lek wis teko wayahe pasti ngglundung ,kita tunggu sama2.
gw mencium aroma dukun kesot winayantolol…… 😂🤣😂🤣😂🤣