Rezim Zionis mengumumkan bahwa mereka berhasil menghentikan misi Global Sumud Flotilla. Kapal-kapal diintersepsi, para aktivis diculik, lalu semuanya digiring ke pelabuhan Ashdod. Mereka ingin menampilkan ini sebagai “kemenangan besar”.
Tapi realita justru sebaliknya. Global Sumud Flotilla tidak pernah dirancang sebagai perang senjata, melainkan perang moral. Dan perang moral ini sudah dimenangkan bahkan sebelum kapal mencapai Gaza.
Hasilnya👉 Eskalasi politik dan pengucilan terhadap Israel
Justru setelah intersepsi itu, reaksi global mengeras. Kolombia mengambil langkah paling berani, mengusir semua diplomat Israel dan membatalkan FTA. Afrika Selatan menghubungkan penculikan ini dengan pengingkaran perintah ICJ. Turki melancarkan siasatan resmi atas 24 warganya. Malaysia konsisten menggempur di jalur diplomasi.
Dari Eropa muncul gelombang kecaman, dari Italia hingga Belgia. Di Italia bahkan Sumud Flotilla menjadi daya ungkit terbesar, serikat buruh mengumumkan general strike yang melibatkan pelabuhan dan logistik. Inilah solidaritas yang bergerak.
Protes global pun bergema, dari Roma hingga Buenos Aires.
Israel pikir penahanan ini akan menutup cerita, padahal justru menyulut babak baru, pengucilan politik, ekonomi, dan moral.
Sumud Flotilla telah menunjukkan satu hal penting, setiap kapal yang ditahan hanya menambah satu gelombang baru solidaritas dunia.
Isolasi Israel bukan lagi wacana, melainkan proses yang sedang berjalan di depan mata.








Komentar