Gini loh bran, syarat kuliah di MDIS tidak harus punya ijazah SMA

“Ya kalau saya tidak lulus SMA, kan saya nggak mungkin bisa kuliah. Saya kan kuliah sampai S1 juga di Singapura,” kata Gibran soal putusan MK.

Gini loh bran, tidak semua orang itu goblok, apalagi hari gini tinggal cari di google atau tanya AI saja bisa ketahuan.

Nih hasil pencarian google: syarat kuliah di MDIS tidak perlu punya ijazah SMA.

Secara umum, aturan pendaftaran di MDIS terbagi menjadi dua skenario utama:

1. Jalur Tanpa Ijazah SMA (Menggunakan Jalur Foundation)

Anda memang bisa mulai kuliah di MDIS tanpa ijazah SMA, asalkan mengambil jalur International Foundation Diploma terlebih dahulu. Jalur ini merupakan program persiapan (pathway) sebelum masuk ke jenjang diploma tinggi atau sarjana. [1, 2]

  • Syaratnya: Calon mahasiswa minimal berusia 16 tahun dan telah menyelesaikan setidaknya 10 tahun pendidikan formal (atau setara dengan kelas 1 SMA/jenjang O-Level).
  • Melalui jalur foundation ini, siswa yang belum lulus SMA atau mengambil program penyetaraan tertentu bisa menjembatani pendidikan mereka agar memenuhi standar akademik universitas mitra MDIS.

2. Jalur Langsung S1 (Bachelor’s Degree)

Jika Anda ingin langsung mendaftar ke program S1 (Sarjana) tanpa melewati kelas foundation, Anda tetap wajib memiliki ijazah SMA atau dokumen kelulusan yang setara.

  • Syarat Akademik S1: Umumnya membutuhkan ijazah SMA dengan nilai rata-rata minimal 7.0 (setara 80 dari 100).
  • Syarat Bahasa Inggris: Calon mahasiswa juga harus menyertakan sertifikat kemampuan bahasa Inggris seperti IELTS atau TOEFL sesuai standar jurusan yang dipilih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

7 komentar

    1. logika lu yg sengkleh! kyk Gibran.
      masalahnya sederhana, yg disyaratkan ijazah sma atau sederajat.. knp mesti kemana mana. Trus, apa gus Mus daftar cawapres?
      bego bener lu

    2. Ini awalnya kan mana yang lebih jauh dari Islam mana yang lebih dekat. Bukan Islam itu sendiri, tapi yang mendekati dan yang terlihat menjauhi…. Dari situ saling mendukung dan saling menyerang.

      Akhirnya jelas, yang anti Islam kemana. Dan yang terlihat lebih ke arah Islam kemana… Ini awal saling gesekan.

      Tapi intinya memang konflik Agama. Terutama Islam vs Kristen

      Sekali lagi ini bukan tentang Islam atau bukan. Tapi ini tentang terlihat ke arah Islam atau agak menjauh dari Islam.

      Jadi:

      – kalau ada yang agak jauh dari Islam (menurut perasaannya): PARA ANTI ISLAM BERKELOMPOK DISINI, TIDAK PEDULI IJAZAH PALSU ATAU TIDAK.

      – kalau ada yang dirasa lebih dekat ke Islam (menurut perasaannya): YANG BERIMAN PASTI BERKELOMPOK DISINI.

      Kesimpulan:

      Konflik Agama? INDIRECTLY, YES!

      Bukan tentang Islam, tapi mana yang agak jauh dan mana yang agak dekat? DIRECTLY, YES!