Orang ini terlalu mengada-ada, dan menunjukkan sempitnya pemahamannya terhadap tradisi keilmuan Islam. Dia katakan, yang pantas disematkan gelar Syaikhul Islam hanyalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Padahal, gelar “Syaikhul Islam” ini, dalam tradisi keilmuan Islam, disematkan kepada banyak ulama, seperti Ibnu Suraij, al-Baihaqi, an-Nawawi, Ibnu Hajar al-‘Asqalani, Zakariyya al-Anshari, Ibn ash-Shalah, dan banyak lagi nama lainnya. Meski di masa sekarang, yang paling masyhur dengan gelar ini adalah Ibnu Taimiyyah.
Gelar “Syaikhul Islam” (شيخ الإسلام) merupakan gelar kehormatan tertinggi dalam sejarah Islam yang diberikan kepada para ulama besar yang memiliki kedalaman ilmu luar biasa, penguasaan fikih dan hadis yang mendalam, serta pengaruh yang luas dalam membela akidah umat. Gelar ini mulai digunakan pada akhir abad ke-4 Hijriah di wilayah Khurasan.
Berikut adalah beberapa ulama terkemuka dalam sejarah Islam yang dianugerahi gelar Syaikhul Islam:
- Ibnu Taimiyah (Abul Abbas Ahmad bin Abdul Halim)
Wafat pada 728 H. Beliau merupakan salah satu ulama yang paling lekat dengan gelar ini karena kecerdasannya yang luar biasa, ketegasannya dalam membela tauhid, serta produktivitasnya dalam menulis kitab-kitab bantahan terhadap pemikiran yang menyimpang. - Imam An-Nawawi (Abu Zakaria Yahya bin Syarafuddin)
Wafat pada 676 H di Suriah. Beliau dikenal sebagai ulama besar mazhab Syafi’i dan penulis kitab-kitab legendaris yang dipelajari di seluruh dunia, seperti Arba’in An-Nawawiyah dan Riyadus Shalihin. - Ibnu Hajar al-Asqalani (Ahmad bin Ali bin Muhammad)
Wafat pada 852 H. Beliau diakui sebagai Amirul Mukminin dalam bidang hadis dan ahli fikih terkemuka. Karya monumentalnya adalah kitab Fathul Bari (syarah Shahih Al-Bukhari). - Al-Izz bin Abdussalam (Abdul Aziz bin Abdussalam)
Wafat pada 660 H di Mesir. Selain bergelar Syaikhul Islam, beliau juga dijuluki Suthonul Ulama (Pemimpin para Ulama) karena keberaniannya menasihati dan menentang kebijakan para penguasa yang zalim pada masanya. - Ibnu Qudamah Al-Maqdisi (Muwaffaquddin Abdullah bin Ahmad)
Wafat pada 620 H di Damaskus. Beliau merupakan ulama besar dari mazhab Hambali dan penulis kitab fikih perbandingan yang sangat rujukan, yaitu Al-Mughni. - Zakaria al-Anshari (Abu Yahya Zakaria bin Muhammad)
Wafat pada 926 H. Beliau merupakan ulama besar mazhab Syafi’i dari Mesir yang menjadi guru bagi banyak ulama besar generasi setelahnya, termasuk Imam Ibnu Hajar al-Haitami. - Abdullah bin Al-Mubarak
Wafat pada 181 H di Irak. Beliau adalah ulama generasi salaf terdahulu yang mengumpulkan keutamaan sebagai ahli hadis, ahli fikih, zahid (ahli zuhud), sekaligus mujahid di medan perang.
Dalam perkembangannya, khususnya pada era Kesultanan Utsmaniyah (Ottoman), istilah “Syaikhul Islam” tidak hanya menjadi gelar penghormatan akademis, melainkan dilembagakan menjadi jabatan resmi kepemerintahan tertinggi yang mengepalai urusan keagamaan dan fatwa di dalam negara.








ditunggu, komentar, golongan Ajam Ashkenazi, pemuja Syiah rafidhah imamiyah itsna asyariyah….. Syiah laknatullah, sangat membenci Murabi Agung Syaikhul islam Ibnu Taimiyah rahimahullah, why ? karena, beliau, yg pertama, menelanjangi kebejatan² agama syiah, berdasarkan kitab² syiah, . atas jasa besar beliau, generasi selanjutnya, memahami kerusakan² agama syiah…..