Kenapa kapolri bergegas minta maaf?
Bukan semata-mata karena polisi benar-benar merasa bersalah. Bukan pula karena mereka sungguh-sungguh menyadari telah over bertindak, menyesal dan mau betulan berubah. Apalagi karena reformasi polisi berhasil.
Kenapa kapolri bergegas minta maaf?
Bukan karena Prabowo menyuruhnya. Bukan karena elit-elit politik bergegas berubah sikapnya, jadi baik2 semua, peduli ke masyarakat. Mau menghilangkan tunjangan, kesenjangan dll. Apalagi bukan karena DPR jadi betulan wakil rakyat. Nggak lah ini. Jauh panggang dari api.
Lantas kenapa kapolri bergegas minta maaf?
Melainkan. Karena kejadian semalam ada videonya. Ada netizen yang merekam secara akurat kejadian. Yang tidak bisa dibantah lagi.
Sorry ye, sorry banget ye, jika tidak ada video ini, kita pagi ini, pun 7 hari 7 malam ke depan, masih menyaksikan orang-orang yang bilang kejadian ini hoax, bohong. Akun-akun di medsos yang sibuk membantah, ujung ke ujung. Berbulan-bulan kemudian, bertahun-tahun kemudian, dilupakan deh. Seperti kejadian KM 50. Yg CCTV-nya pun hilang entah kemana.
Pun bahkan setelah ada videonya pun, masih buanyak netizen yg menyalahkan tukang ojolnya! Menyalahkan pendemo anarkis. Dia tetap belain polisi, blind spot lah, nggak sengaja lah, panik lah. Orang2 yg tetap bilang masuk akal jika polisi terus melindas korban, sedikit pun tdk peduli dgn korban. Ck ck ck, mobil rantis full plat baja, dengan kaca jendela anti peluru, eh yg nyetir dan di dalamnya takut dan panik sama pendemo tanpa senjata.
*Tere Liye
[VIDEONYA bahkan sudah mendunia, disiarkan chanel-chanel berita Internasional]






Komentar