Dr. dr. Tan Shot Yen, M.Hum adalah seorang dokter, ahli gizi masyarakat, dan pendidik asal Indonesia yang dikenal vokal menyuarakan pola makan sehat berbasis pangan lokal serta menentang Ultra Processed Food (UPF). Sebagai penerima Anugerah Perempuan Hebat Liputan6 2025 (kategori Kesehatan), ia aktif mengedukasi masyarakat, mengkritisi program Makan Bergizi Gratis (MBG), dan menekankan kedaulatan pangan nasional.
DR. dr. Tan Shot Yen, M.Hum menilai pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah memunculkan praktik divide et impera (pecah belah) di tingkat akar rumput/masyarakat bawah.
Dalam konferensi pers MBG Watch: Proyek Red Flag: Moratorium MBG Memang Mungkin? di Jakarta, 6 Februari 2026, dr. Tan Shot Yen mengatakan:
“Ini adalah politik devide et impera. Kenapa saya bilang begitu?
Sekarang kader Posyandu dilibatkan sebagai orang yang ditugasi membagi MBG. Sehingga di kader Posyandu mereka split/terbelah. Yang betul-betul masih setia dengan pedoman-pedoman PMBA (Pemberian Makan Bayi dan Anak), mereka mundur teratur, takut menanggung dosa, karena membagi makanan (MBG) yang tidak bergizi. Nah sedangkan yang kader-kader Posyandu yang memang butuh duit, malah mengutip ‘syahadat’ dari Dewan Pakar BGN. Jadi kalau ada warga yang mengadu, maka langsung dibilang ‘Bersyukurlah, bagus dikasih MBG. Kamu harus syukur pada Pak Prabowo.’
Jadi itu ada ‘syahadat-syahadat’ (pernyataan/klaim) yang keluar dari orang-orang petinggi dari BGN yang akhirnya dihafalkan mentah-mentah oleh pendukung MBG ini.
Nah sekarang yang lebih ngeri lagi, di kalangan ibu-ibu juga dipecah.
Jadi ibu-ibu yang otaknya jalan, mereka tetap akan mengatakan MBG ini sampah. Ngapain dimakan? Isinya UPF (makanan olahan pabrik), isinya gula. Ini adalah cairan MBDK (minuman berpemanis dalam kemasan).
Tapi yang sebelah sana mengatakan, “kamu itu sok gaya, sok sehat, kita mesti bersyukur, kita jadi nggak usah keluar duit buat uang jajanan anak.”
Jadi saya udah nggak ngerti dengan tanah air kita lagi, dimana kita selalu dipecah-belah seperti itu.”
[VIDEO]







Komentar